comscore

Pusat Vulkanologi Beberkan Penyebab Erupsi Gunung Semeru

Antara - 05 Desember 2021 00:14 WIB
Pusat Vulkanologi Beberkan Penyebab Erupsi Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru/Beranda Antaranews.
Jakarta: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyimpulkan tingkat aktivitas Gunung Semeru masih pada level II atau waspada. Kesimpulan itu didapat berdasarkan hasil pemantauan visual, instrumental, serta potensi ancaman bahaya.

"Pengamatan visual menunjukkan pemunculan guguran dan awan panas guguran diakibatkan oleh ketidakstabilan endapan lidah lava," kata Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kristianto dikutip dari Antara, Minggu, 5 Desember 2021.
Baca: Gunung Semeru Berstatus Waspada

Menurut dia, aktivitas pada 1-4 Desember terjadi di permukaan atau erupsi sekunder. Sementara itu, aktivitas gempa tak menunjukkan kenaikan jumlah dan jenis gempa yang berasosiasi dengan suplai magma atau batuan segar ke permukaan.

"Jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 hingga 30 November 2021 didominasi oleh gempa-gempa permukaan berupa gempa letusan dengan rata-rata 50 kejadian per hari," kata Kristianto.

Dia mengatakan potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak. Potensi bahaya lain yakni awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah/ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan d ari puncak.

"Jika terjadi hujan dapat terjadi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak, sehingga dalam status waspada agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah sektor selatan-tenggara," kata Kristianto.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran lava, dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama, di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

"Radius dan jarak rekomendasi itu akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya," kata dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id