Pengawasan Infiltrasi Radikalisme Kepada Anak Masih Minim

    Theofilus Ifan Sucipto - 18 Februari 2020 21:55 WIB
    Pengawasan Infiltrasi Radikalisme Kepada Anak Masih Minim
    Ketua KPAI Susanto. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut pengawasan infiltrasi radikalisme kepada anak-anak masih minim. Padahal, isu tersebut semakin kompleks.

    "Pengaduan kasus anak korban radikalisme mengalami pasang surut tapi kompleksitas masalahnya semakin berat," kata Ketua KPAI Susanto di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Februari 2020.

    Susanto menyebut modus penyebaran paham radikal semakin sulit dideteksi. Musababnya, jaringan teroris menggunakan pola baru berbasis siber. "Kondisi ini menjadi tantangan serius," ucap dia.

    Pengawasan Infiltrasi Radikalisme Kepada Anak Masih Minim
    Ilustrasi anak sekolah. Medcom.id/Farhan Dwitama

    Susanto mengungkapkan kendala dan tantangan menghadapi isu tersebut. Mulai dari terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten hingga belum mumpuninya kemampuan deradikalisasi.

    Penerimaan masyarakat kepada anak yang menjadi korban jaringan radikalisme juga menjadi kendala. Mereka kerap ditolak masyarakat dan keluarganya.

    "Ini perlu perhatian serius agar pencegahan anak terpapar radikalisme semakin optimal," ujar Susanto.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id