Pemulangan WNI eks ISIS Belum Final

    Theofilus Ifan Sucipto - 04 Februari 2020 15:51 WIB
    Pemulangan WNI eks ISIS Belum Final
    Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Theofilius
    Jakarta: Pemerintah masih mengkaji rencana pemulangan 660 Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara timur tengah. Pemerintah telah membentuk tim untuk membuat draf pemulangan eks ISIS tersebut.

    "Mei atau Juni (2020) akan diputuskan apakah dipulangkan atau tidak," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 4 Februari 2020.

     Tim yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius, itu bakal menganalisis pro dan kontra setiap keputusan.

    "Kalau tidak dipulangkan alasannya apa, risikonya apa. Kalau dipulangkan alasannya apa, proses deradikalisasinya gimana," ujarnya.

    Pemulangan WNI eks ISIS Belum Final
    Petugas keamanan mengawal dua perempuan yang diyakini sebagai istri militan ISIS di kamp al-Hol, Suriah, 23 Juli 2019. (Foto: AFP/Delil Souleiman)

    Mahfud menyebut draf tersebut bakal dibahas dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada April mendatang. Hasil kajiannya akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo.

    Mahfud mengungkapkan, belum ada negara lain yang berani memulangkan warganya yang bergabung dengan ISIS. 

    "Kita juga belum final. Masih membahas soal itu," tandas Mahfud.

    Sebanyak 660 WNI eks ISIS tersebar di Siriah, Turki, hingga Afghanistan. Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan berniat memulangkan mereka.

    Menurut Fachrul, Indonesia memiliki kewajiban menerima dan membina WNI yang terpapar paham radikal. Sehingga, mereka bisa kembali menjadi WNI yang baik.





    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id