Pandemi Korona Memperparah Penyebaran DBD

    Nur Azizah - 23 Juni 2020 19:21 WIB
    Pandemi Korona Memperparah Penyebaran DBD
    Ilustrasi/Pexels
    Jakarta: Pandemi korona (covid-19) membuat juru pemantau jentik (Jumantik) tak bisa bekerja optimal. Sebab, kebijakan social distancing di segala aspek kehidupan membuat gerak jumantik terbatas.

    "Tantangannya di masa pandemi covid-19  kegiatan jumantik menjadi tidak optimal karena ada social distancing," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2020.

    Menurut dia, pandemi memperparah demam berdarah (DBD) karena menambah sarang nyamuk. Sebab banyak bangunan yang tidak ditempati seperti, hotel, sekolah, musala, dan lainnya.

    "Karena kita melaksanakan kebijakan kerja dan belajar dari rumah otomatis tiga bulan gedung-gedung ini banyak sekali yang ditinggalkan," ungkap dia.

    Untuk mengantisipasi demam berdarah, Nadia minta masyarakat rutin membasmi sarang nyamuk sendiri. Dengan begitu, masyarakat bisa terhindar dari covid-19 sekaligus demam berdarah dengue.

    Baca: Waspadai Gigitan Nyamuk DBD di Tengah Pandemi

    "Bali dan Nusa Tenggara Barat tiga terbesar (kasus DBD) mungkin karena sudah terlalu lama aktivitas wisata di sana berhenti sehingga itu yang perlu menjadi perhatian," ujar Nadia.

    Nadia menegaskan untuk memberantas sarang nyamuk tak melulu harus dilakukan oleh jumantik. Sebab, jumlah jumantik tiap kabupaten dan kota terbatas.

    Jumlah kasus DBD mencapai 68.000 dengan kasus kematian 346 jiwa hingga Senin, 22 Juni 2020. Kasus ini paling banyak ditemukan di Provinsi Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur. Kemudian, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Bali dan Yogyakarta.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id