Cara Ambil Setoran Biaya Haji

    Kautsar Widya Prabowo - 03 Juni 2020 13:36 WIB
    Cara Ambil Setoran Biaya Haji
    Ilustrasi ibadah haji atau umrah. AFP
    Jakarta: Pemerintah telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah Haji 2020. Jemaah Haji 2020 yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dapat menarik kembali uang yang sudah disetorkan.

    "Jemaah yang batal berangkat tahun ini, dapat mengajukan permohonan pengembelian setoran pelunasannya," jelas Muhajirin, melalui keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2020.

    Baca: Jemaah Haji Batal Berangkat Dikenakan Biaya Baru pada 2021

    Pengembalian dana jemaah haji diatur dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi jemaah.

    "Jemaah (harus) mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Kepala Kankemenag kabupaten atau kota tempat mendaftar haji," tuturnya.

    Calon haji yang memutuskan tak berangkat di 2021 harus menyertakan sejumlah berkas pendukung. Di antaranya bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih, fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji dan memperlihatkan aslinya.

    Dokumen yang disertakan yakni fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan memperlihatkan aslinya saat mengajukan permohon. Jemaah juga diminta menyerahahkan nomor telepon yang bisa dihubungi.

    Baca: Setoran Biaya Haji Bisa Dikembalikan

    Permohonan jemaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh kepala seksi yang membidangi urusan Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kankemenag atau Kota. Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih pada aplikasi Siskohat.

    “Seluruh tahapan ini diperkirakan akan berlangsung selama sembilan hari. Dua hari di Kankemenag kab/kota, Tigt hari di Ditjen PHU, dua hari di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dan, dua hari proses transfer dari bank penerima setoran ke rekening jemaah,” terang Muhajirin.


    Berikut tahapan pencairan setoran Bipih:
    1. Kepala Kankemenag kvabupaten kota mengajukan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih secara tertulis dan dikirimkan secara elektronik kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi. Estimasi dua hari.

    2. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri menerima surat pengajuan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih dan melakukan konfirmasi pembatalan setoran pelunasan Jemaah Haji pada aplikasi SISKOHAT.

    3. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri atas nama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Badan Pelaksana BPKH.

    4. BPS Bipih setelah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, segera melakukan transfer dana pengembalian setoran lunas Bipih ke rekening Jemaah Haji dan melakukan konfirmasi transfer pengembalian setoran pelunasan pada aplikasi SISKOHAT.


     

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id