Happy Five dari Taiwan Diedarkan untuk Perayaan Valentine

    Siti Yona Hukmana - 06 Februari 2020 16:50 WIB
    Happy Five dari Taiwan Diedarkan untuk Perayaan Valentine
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Peredaran 38.400 pil happy five (H-5) dari Taiwan terendus polisi. Barang haram itu rencana digunakan saat perayaan hari Valentine, Jumat, 14 Februari 2020. 

    "Kita menerima informasi akhir Januari lalu bahwa akan ada masuk happy five," kata Kepala Unit (Kanit) 5 Subdirektorat (Subdit) 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya Komisaris Polisi (Kompol) Budi Setiadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020. 

    Menurut dia, paket happy five itu dikemas dalam 32 bungkus permen. Bungkus yang digunakan pun bermotif pita dan logo hati yang identik dengan Valentine.

    Satu bungkus permen berisikan 30 saset berwarna merah bergambar bendera Inggris. Satu saset itu berisikan 40 butir nimetazepam atau H-5. 

    "Karena untuk Valentine, makanya ada kemasan berbeda seperti permen," ujar Budi. 

    Budi menjelaskan happy five sengaja digunakan saat perayaan hari Valentine. Narkotika jenis ini dianggap mengandung unsur kegembiraan. 

    "Selanjutnya untuk penenang, efeknya menurunkan daya ingat, serta menyebabkan ketergantungan," jelas Budi. 

    Happy five itu bakal disebar di tempat hiburan malam di Jakarta. Kurir dari narkoba, E, ditangkap polisi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Februari 2020. Dia 

    Happy Five dari Taiwan Diedarkan untuk Perayaan Valentine
    Polisi menunjukkan bungkus permen Valentine yang digunakan untuk mengedarkan pil happy five, Kamis, 6 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

    E mengaku mengambil paket happy five atas perintah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, KA. Dia mengambil paket sebanyak dua kali di Pos Indonesia dengan upah Rp50 juta.

    Tersangka E sudah ditahan di Polda Metro Jaya. Dia dikenakan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancamam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp200 juta. 

    Sementara itu, KA akan diambil dari Lapas Cipinang. Polisi segera mengambil keterangannya untuk mencari tersangka lainnya.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id