Tiga Anjuran Menjaga Kebersihan Lingkungan dalam Islam

    Oase.id - 03 April 2020 14:11 WIB
    Tiga Anjuran Menjaga Kebersihan Lingkungan dalam Islam
    Ilustrasi oleh Annca dari Pixabay
    Jakarta: Jumlah kasus orang dengan positif terpapar virus korona (Covid-19) semakin bertambah. Pemerintah dan masyarakat tengah berjibaku meredam penyebaran pandemi yang bermula di Wuhan, Tiongkok ini.

    Salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sejumlah wilayah bahkan secara masif menyemprotkan disinfektan di jalan, kawasan umum, dan permukiman. 

    Sejatinya, Islam adalah agama yang amat memperhatikan kebersihan. Bahkan beberapa syarat ibadah harus dimulai dengan bersuci. Selain menganjurkan kebersihan diri, Islam juga memerintahkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, beberapa di antaranya;


    Menjaga kebersihan pakaian

    Wahyu kedua yang diterima Nabi Muhammad Saw adalah QS. Al-Mudatsir ayat 1-7, salah satu ayatnya memuat anjuran membersihkan pakaian. Allah Swt berfirman;

    "Dan pakaianmu, bersihkanlah." (QS. Al-Mudatsir: 4)


    Imam Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid menyebutkan, ayat ini menyatakan perintah membersihkan pakaian dari najis-najis. 

    Ada pula pendapat yang mengatakan anjuran memendekkan pakaian agar terhindar dari najis, sebab saat itu Bangsa Arab seringkali memanjangkan pakaian hingga menyapu jalan. 

    Baca: Tiga Hadis Tentang Perlunya Menjaga Kebersihan Badan


    Larangan meludah dan membuang dahak di dalam masjid

    Perpindahan virus korona dapat terjadi melalui droplet atau percikan ludah. Oleh karena itu, janganlah membuang ludah atau dahak sembarangan.

    Rasulullah Saw bersabda; 

    "Barangsiapa yang masuk masjid ini dan meludah atau berdahak di dalamnya, maka hendaklah dia gali lubang kemudian pendamlah ludah atau dahak itu. Jika tidak, maka meludahlah di kainnya kemudian keluarlah dengannya." (HR Abu Daud)

    Yang dimaksud dengan memendam ludah adalah menguburnya dengan tanah di masjid itu, sebab lantai masjid di masa Nabi masih berupa tanah. 

    Begitu pula di kondisi seperti ini, jika ludah atau dahak bisa mengotori sekitar, bahkan menjadi sarana penyebaran virus, maka janganlah membuang ludah sembarangan. Jika meludah di tanah, maka kuburlah ludah tersebut agar tak terinjak atau tersentuh oleh orang lain. 

    Baca: Cara dan Doa Menghilangkan Rasa Khawatir Berlebihan Terhadap Korona


    Larangan buang air di jalan, di tempat umum, dan dalam air yang tak mengalir

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, "Takutlah terhadap dua orang yang terlaknat."

    Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah dua orang yang terlaknat itu?"

    Beliau menjawab, "Orang yang buang hajat di jalanan atau di tempat berteduhnya mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)

    Imam Ash-Shan’ani dalam Subulus Salam mengutip perkataan Al-Khatabi menyatakan, yang dimaksud dengan dua perbuatan yang dilaknat adalah tindakan yang menyebabkan orang mengutuknya (karena jengkel). 

    Jalan dan tempat berteduh adalah kawasan umum yang sering dilewati orang, sehingga harus dijaga untuk kenyamanan bersama. Jangan sampai orang lain terganggu karena bau tak sedap dari kotoran.

    Rasulullah Saw juga bersabda, "Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian kencing pada air yang tidak mengalir, lalu mandi darinya." (HR Bukhari)

    Informasi gaya hidup Muslim lainnya bisa dibaca di Oase.id


    Sumber: Disarikan dari keterangan dalam Subulussalam karya Imam Muhammad bin Ismail Al-Kahlaniy, dan Tafsir Marah Labid atau At-Tafsir Al-Munir karya Imam Muhammad Nawawi Al-Jawi.



    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id