Satgas: Penurunan Persentase Kematian Covid-19 Belum Signifikan

    Theofilus Ifan Sucipto - 23 Februari 2021 20:16 WIB
    Satgas: Penurunan Persentase Kematian Covid-19 Belum Signifikan
    Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok. BNPB



    Jakarta: Persentase kematian covid-19 belum menunjukkan perubahan signifikan pada tujuh provinsi yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemerintah daerah (pemda) diwanti-wanti serius meningkatkan kualitas pelayanan agar tak ada lagi korban jiwa.

    “Perkembangan kasus kematian cenderung  bervariasi trennya dan belum menunjukkan perubahan signifikan pada beberapa provinsi,” kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.






    Tujuh provinsi itu ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kemudian Banten, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Baca: Ciptakan Kerumunan, Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Dibubarkan

    Wiku mengatakan persentase kematian di Bali, Banten, DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih meningkat. Bahkan, persentase kematian di DIY pada PPKM periode 11 hingga 25 Januari 2021 mencapai 2,30 persen. Padahal sebelum PPKM diterapkan, kasus kematian di DIY sebesar 2,17 persen.

    Sementara persentase kematian di Jawa Barat sempat melonjak dari PPKM mikro tahap pertama sebesar 1,19 persen menjadi 1,23 persen saat PPKM tahap kedua. Namun Jawa Barat berhasil menurunkan angka itu per Jumat, 19 Februari 2021 menjadi 1,13 persen.

    “Ini menunjukkan meskipun kasus aktif dan kesembuhan cenderung mengalami perkembangan positif pada sebagian besar provinsi yang menjalankan PPKM, tidak serta merta berdampak positif juga pada perkembangan kematian,” papar dia.

    Meski begitu, Wiku mengapresiasi DKI Jakarta yang persentase kematiannya terus menurun. Ibu Kota mencatat ada 1,72 persen kasus kematian sebelum PPKM dan terus menurun menjadi 1,58 persen per Jumat, 19 Februari 2021.

    Keberhasilan PPKM, kata Wiku, terlihat dari tiga indikator. Yakni, meningkatnya angka kesembuhan serta menurunnya kasus aktif dan kasus kematian. PPKM belum bisa dikatakan berhasil jika hanya satu atau dua indikator yang terpenuhi.

    “Untuk itu angka kematian harus betul-betul kita tekan dengan maksimal karena satu kematian saja terbilang nyawa,” tegas dia.

    Baca: Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Warga Tak Ragu Divaksinasi Covid-19

    Pemerintah tidak menoleransi kenaikan kematian, terutama saat PPKM mikro diterapkan. Wiku mengimbau pemerintah daerah aktif membantu puskesmas mendeteksi dini masyarakat yang terpapar covid-19. Pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut harus segera dirujuk ke rumah sakit.

    “Tingkatkan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan covid-19 sedini mungkin sehingga pasien bisa tertolong,” tutur Wiku.

    Masyarakat juga berperan untuk menurunkan persentase kematian. Caranya, taat protokol kesehatan dan kooperatif saat mendapat penanganan dari tenaga kesehatan.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id