Penelitian Vaksin Nusantara Akan Dituangkan ke Jurnal Ilmiah

    Fachri Audhia Hafiez - 20 April 2021 15:33 WIB
    Penelitian Vaksin Nusantara Akan Dituangkan ke Jurnal Ilmiah
    Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal Albertus Budi Sulistya, diwawancarai di RSPAD, Jakarta, Selasa, 20 April 2021. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Pengembangan Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, diputuskan menjadi penelitian berbasis pelayanan. Keputusan ini tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI AD. 

    "Penelitian berbasis pelayanan itu kami melakukan penelitian ilmiah. Kemudian menuliskan dalam jurnal ilmiah," kata Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal Albertus Budi Sulistya, kepada Media Group News di RSPAD Gatot Soebroto, Selasa, 20 April 2021.

     



    Menurut Budi, penelitian ini akan memastikan apakah vaksin covid-19 itu bisa bermanfaat bagi manusia atau tidak. Kajian ini juga menyentuh aspek kemampuan produksi vaksin oleh pabrikan.

    Baca: Vaksin Nusantara Berpolemik, TNI Bantu Sepanjang Taat Aturan

    "Tentu harus mengikuti prosedur termasuk perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dan sebagainya," ujar Budi.

    RSPAD meneliti sel dendritik sebagai bagian dari pengembangan Vaksin Nusantara. Hasil penelitian sel dendritik juga dibeberkan melalui jurnal ilmiah.

    Sel dendritik ialah sel imun yang membantu sel lain memproduksi antibodi. Sel tersebut diperoleh dengan cara mengambil darah manusia yang akan menerima vaksin.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id