Stunting Diprediksi Meningkat Selama Pandemi Covid-19

    Faustinus Nua - 09 Maret 2021 18:43 WIB
    Stunting Diprediksi Meningkat Selama Pandemi Covid-19
    Ilustrasi. Dok MI



    Jakarta: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memperkirakan angka stunting meningkat selama pandemi covid-19. Hal itu juga sudah menjadi kekhawatiran para ahli kesehatan terkait penanganan stunting nasional.

    "Kenapa masa pandemi ini (stunting) meningkat karena berbagai macam masalah. Contohnya penyebab stunting itu karena sakit berulang-ulang di masa pandemi," kata Hasto dalam diskusi virtual, Selasa, 9 Maret 2021.






    Hasto mengatakan banyak bayi yang sakit tidak bisa berobat atau kontrol kesehatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain selama pandemi. Orang tua khawatir bayi yang termasuk dalam kelompok rentan bisa terpapar covid-19.

    Menurut dia, hal itu terbukti dengan adanya kenaikan angka kematian bayi dan anak di 2020. Sehingga, BKKBN memprediksi angka morbiditas bayi atau anak meningkat selama masa pandemi.

    "Angka kematian yang meningkat pasti didahului oleh angka kesakitan yang meningkat. Artinya, mortalitas atau kematian yang meningkat pasti di balik itu ada morbiditas yang meningkat. Ini seperti gunung es," jelas Hasto.

    Baca: BKKBN Bakal Fokus pada Keluarga Berisiko Stunting

    Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, terdapat 22,6 persen bayi lahir dengan panjang kurang dari ukuran standar sekitar 48-52 sentimeter (cm). Angka itu meningkat sekitar 37 persen anak saat mendekati 1.000 hari. Artinya, ada anak yang mengalami stunting sejak masa kehamilan dan setelah kelahiran.

    BKKBN berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo harus mengintervensi penanganan stunting di Indonesia. Upaya tersebut harus dimulai dari hulu mulai dari rencana kehamilan hingga nutrisi dan lingkungan yang sehat bagi bayi.

    "Penurunan stunting ini tentu kita harus tetap menyiapkan lingkungan yang baik, dalam hal ini ada jamban air bersih terjaga dengan baik, sanitasi yang baik karena ini menjadi faktor sensitif. Kemudian faktor spesifik yang terkait dengan masalah nutrisi dan asupan ini sangat penting," terangnya.

    Dia mengatakan pasangan yang menikah harus membuat perencanaan kehamilan yang matang. Kondisi kesehatan calon ibu dan ayah juga sangat berpengaruh pada janin terlebih di masa pandemi ini.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id