Wapres: Aksi Terorisme Lahir dari Cara Berpikir yang Sempit

    Kautsar Widya Prabowo - 04 April 2021 15:36 WIB
    Wapres: Aksi Terorisme Lahir dari Cara Berpikir yang Sempit
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Asdep KIP Setwapres)



    Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menegaskan terorisme muncul dari cara berpikir yang sesat. Tindakan kekerasan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

    "Cara berpikir sempit bisa melahirkan pola pikir yang menyimpang dari arus utama atau bahkan menjadi radikal, sehingga dapat menjurus pada penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan masalah," ujar Ma'ruf dalam sambutannya pada acara Webinar Nasional IKADI-BNPT 2021 bertajuk Peran Dai dalam Deradikalisasi Paham Keagamaan di Indonesia, Jakarta, Minggu, 4 April 2021.






    Cara berpikir sempit juga salah satu penyebab munculnya sifat egosentris, tidak menghargai perbedaan pendapat, dan tidak mau berdialog. Hal tersebut kontra produktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam. 

    "Itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk Muslim masih mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), dan bidang lainnya," tuturnya.

    Baca: Upaya Kontra Radikalisme Harus Relevan dengan Anak Muda

    Sedangkan, cara berpikir yang diajarkan Islam dilakukan melalui nasihat dan ruang dialog. Cara berpikir moderat dan dinamis itu mengartikan Islam tidak memahami sesuatu secara tekstual dan tidak menolak ilmu pengetahuan. 

    "Cara berpikir yang diajarkan Rasulullah adalah cara berpikir wasatiah, yaitu cara berpkir yang moderat, dinamis, namun tetap dalam koridor manhaj dan tidak ekstrem," jelasnya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id