comscore

11 Jenazah Kapal Tenggelam di Malaysia Teridentifikasi WNI, 6 Repatriasi ke Indonesia

Siti Yona Hukmana - 20 Desember 2021 15:39 WIB
11 Jenazah Kapal Tenggelam di Malaysia Teridentifikasi WNI, 6 Repatriasi ke Indonesia
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jakarta: Sebanyak 11 korban kapal tenggelam di Perairan Johor Bahru, Malaysia, teridentifikasi warga negara Indonesia (WNI). Sebanyak enam korban di antaranya akan dipulangkan ke Tanah Air.

"Hasil kordinasi dengan pihak RS Sultan Ismail Johor Bahru, sebanyak 11 jenazah sudah diidentifikasi, dari jumlah tersebut enam jenazah sudah terkonfirmasi oleh keluarga/ahli waris di Indonesia maupun di Malaysia," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Desember 2021.
Ramadhan memerinci enam jenazah yang siap direpatriasi ke Indonesia. Keenamnya ialah Misrukiah yang akan dibawa ke Pekanbaru, Tukimin Martameja dan Andy Maulana dibawa ke Cilacap, Bangsal Udin Basar dan Syech Mulachela yang akan dibawa ke Lombok Tengah, Ahmad Abullah Patoni yang akan dibawa ke Lombok Timur.

Ramadhan menyebut saat ini KJRI Johor Bahru tengah memproses persiapan repatriasi enam jenazah ke daerah asal di Indonesia. KJRI Johor Bahru mengupayakan repatriasi secepatnya.

"(Perjalanan) melalui jalur laut dari Johor menuju Batam, mengingat waktu tunggu apabila dipulangkan melalui udara via bandara KLIA," ujar Ramadhan.

Polri mendukung opsi itu. Polair telah menyiapkan kapal untuk repatriasi dan melakukan penjemputan dari Johor Bahru menuju Batam.

Menurut Ramadhan, pihaknya tengah memproses perizinan agar Kapal Polair Indonesia bisa masuk ke wilayah perairan Malaysia. Upaya itu dilakukan Stafnis Polri dan KJRI Johor Bahru melalui KBRI Kuala Lumpur.

"Berdasarkan informasi dari Ditpolair Korpolairud jenis Kapal yg direncanakan adalah KP Bisma-8001 dengan kapasitas angkut sampai dengan 20 jenazah dan KP Laksmana-7012 dg kapasitas angkut jenazah sampai dengan delapan jenazah," kata Ramadhan.

Setelah perizinan dikantongi, KJRI Johor Bahru dan Kementerian Luar Negeri RI akan berkoordinasi terkait pembiayaan repatriasi dari Bandara Hang Nadim Batam menuju daerah asal jenazah. Polis Marin Wilayah 2 Johor disebut akan membantu proses repatriasi tersebut hingga tuntas.

Baca: Selamat dari Kapal Karam, 8 WNI Ditangkap di Malaysia

Divisi Hubungan Internasional Polri akan mengerahkan tiga personel, yakni Kombes Priyo Wases, AKBP Yunik Dwi Astuti, dan AKBP Tito ke Johor Bahru untuk mengoordinasikan kegiatan misi kemanusiaan tersebut. Hari ini ketiganya terbang ke Batam, Kepulauan Riau dan berkoordinasi dengan Polda Kepri serta Stafnis Polri.
 
Insiden kapal tenggelam itu terjadi pada Rabu, 15 Desember 2021. Saat tenggelam, kapal itu berada pada posisi sekitar 0,3 NM sebelah tenggara Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor.

Total ada 60 imigran dari Indonesia yang diangkut oleh kapal tersebut. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengakui bahwa kapal yang tenggelam itu adalah migran ilegal.

Hingga Minggu, 19 Desember 2021, masih 21 korban ditemukan meninggal akibat peristiwa tersebut, terdiri dari 15 laki-laki dan enam perempuan. Pencarian masih terus dilakukan.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id