Satgas PETI Incar Tambang Liar di Gunung Salak

    Cindy - 10 Januari 2020 15:23 WIB
    Satgas PETI Incar Tambang Liar di Gunung Salak
    Warga menggunakan perahu karet karena jembatan Sajira yang terputus dihantam banjir bandang di Sajira Barat, Sajira, Lebak, Banten. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Satuan Tugas Penambangan Emas Tanpa Izin (Satgas PETI) mengincar penambangan ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Jawa Barat (Jabar). Penambangan diduga menjadi penyebab banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

    "Nanti kalau kita dapat (tambang ilegal), nanti kita tutup," tegas Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo di Pusat Latihan Multifungsi Mabes Polri, Gunung Putri, Bogor, Jabar, Jumat, 10 Januari 2020.

    Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kata dia, ada 40 tambang ilegal di kawasan Gunung Halimun Salak. Beberapa titik penambangan berada di lokasi terpencil.

    Listyo menuturkan Satgas PETI membutuhkan waktu mendaki ke lokasi penambangan tersebut. Penyelidikan tak berbatas waktu.

    "Sampai selesai, sampai kita anggap berhasil," ucap dia.

    Satgas PETI terdiri dari empat tim. Mereka meliputi Polda Jawa Barat, Polda Banten, Bareskrim Polri, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Banjir bandang menerjang Kabupaten Lebak awal 2020. Banjir terjadi akibat aliran sungai Ciberang yang berhulu di TNGHS meluap. 

    Enam kecamatan di Lebak yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Cipanas, Sajira, Lebakgedong, Curugbitung, Maja dan Cimarga. Bencana ini mengakibatkan1.410 rumah, 19 sekolah, dan 30 jembatan,  rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp90 miliar. 



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id