Kemenaker Hapus Diskriminasi Ketenagakerjaan

    Gervin Nathaniel Purba - 05 Maret 2019 18:45 WIB
    Kemenaker Hapus Diskriminasi Ketenagakerjaan
    Kemenaker gelar Dialog Pengaturan Syarat Kerja Non Diskriminasi Dalam PKB, di Serang. (Foto: Dok. Kemenaker)
    Jakarta: Pemerintah berkomitmen menghapus segala bentuk diskriminasi ketenagakerjaan. Untuk mewujudkannya, pemerintah membutuhkan dukungan dari Pemda, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan organisasi pengusaha.

    Diskriminasi merupakan segala bentuk pembedaan, pengabaian, pengistimewaan atau pilih kasih yang dilakukan berdasarkan ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, paham politik, pencabutan (ekstraksi) secara nasional atau asal usul sosial dan kondisi fisik (penyandang disabilitas dan HIV/AIDS). Hal ini berdampak pada penghapusan atau hambatan terhadap kesetaraan kesempatan atau perlakuan dalam pekerjaan. 

    "Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan) telah menempuh upaya penguatan kualitas syarat kerja yang non diskriminasi di tempat kerja yang dituangkan melalui pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di perusahaan," kata Kasubdit Kesetaraan Syarat Kerja Kemenaker Retna Pratiwi, dalam Dialog Pengaturan Syarat Kerja Non Diskriminasi Dalam PKB, di Serang, Banten, Selasa, 5 Maret 2019.

    Retna mengatakan, perlindungan pekerja sudah diatur dalam undang-undang. Perlindungan kepada pekerja/buruh sejak proses sebelum bekerja, selama bekerja, dan sesudah bekerja termuat dalam Pasal 5 dan 6 UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. 

    Pada kesempatan yang sama, Kadisnakertrans Provinsi Banten Al Hamidi mengatakan, untuk mencegah adanya diskriminasi di tempat kerja, sejak proses rekruitmen, sedang bekerja (dimulai saat tandatangan PP PKB) sudah diberikan antisipasi diskriminasi. 

    Salah satunya tak ada perbedaan antara pekerja laki-laki dengan perempuan pada jabatan tertentu di berbagai perusahaan.
     
    "Hak-hak perempuan harus diberikan sesuai peraturan UU yang berlaku. Termasuk sarana hubungan industrial yang ada di perusahaan dipenuhi pihak perusahaan. Semua itu dapat diantisipasi, termasuk diskriminasi setelah bekerja," katanya.
     
    Disnaker Banten telah membina tenaga kerja perempuan. "Termasuk melindungi pekerja perempuan pada malam hari dan melindungi hak-haknya," kata Hamidi.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id