Mahasiswa Indonesia Dipastikan tak Alami Kerja Paksa

Muhammad Al Hasan - 12 Januari 2019 04:55 wib
Ilustrasi mahasiswa. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi mahasiswa. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan kabar mahasiswa Indonesia melakukan kerja paksa di Taiwan tidak benar. Hal ini dipastikan setelah Kemenaker melakukan investigasi atas kabar tersebut.

"Kami sudah meminta Kepala Bidang Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan untuk melakukan pemeriksaan kasus itu di enam universitas, dan kami juga telah meminta TETO untuk memberikan penjelasan, ternyata kasus itu tidak ada," kata Plt Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemenaker Roostiawati dilansir Antara, Jum'at, 11 Januari 2018.

Menurut dia, Taiwan memang memiliki program beasiswa Southbound bagi negara-negara ASEAN terutama untuk Filipina, Vietnam dan Indonesia. Kebanyakan peserta program beasiswa tersebut adalah mahasiswa politeknik sehingga mahasiswa tidak hanya belajar di kelas tetapi juga magang di perusahaan.

"Para peserta magang mendapatkan bayaran dan skema magangnya telah diatur oleh Kementerian Ketenagakerjaan setempat," kata Roostiawati.

(Baca: Kalla Tak Yakin Mahasiswa Indonesia Alami Kerja Paksa)

Selain magang, para mahasiswa juga memang diperbolehkan bekerja di luar perkuliahan, namun hal itu tidak diwajibkan oleh kampus. Keputusan untuk bekerja di luar jam kuliah merupakan pilihan dari mahasiswa itu sendiri.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, kata Roostiawati, pihaknya akan melakukan peninjauan ulang MoU program beasiswa Southbound.

"Khusus kegiatan tersebut dihentikan sementara hingga ada perjanjian yang baru agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali," kata dia.


(JMS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.