Dua Pertimbangan Pemerintah Tak Berlakukan Lockdown

    Anggi Tondi Martaon - 07 April 2020 05:22 WIB
    Dua Pertimbangan Pemerintah Tak Berlakukan <i>Lockdown</i>
    Kepala BNPB Doni Monardo. Antara/Indrianto Eko.
    Jakarta: Pemerintah enggan menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Salah satu alasannya yaitu beban anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kebijakan berlangsung.

    "Mungkin hari ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan kewalahan mendistribusikan anggaran dana sekian ratus juta penduduk Indonesia. Karena kewajiban pemerintah pusat untuk membiayai kebutuhan dasar masyarakat," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo‎ saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII melalui telekonferensi di Jakarta, Senin, 6 April 2020.

    Pemerintah juga mempertimbangkan nasib pekerja harian lepas. Mereka tidak bisa bekerja selama karantina wilayah diterapkan.

    "Kalau lockdown, karantina wilayah bagaimana mereka bisa bergerak (bekerja)," ungkap dia.

    Baca: Pemerintah Diminta Cermat Terapkan PSBB

    Doni menegaskan, pemerintah memperhitungkan berbagai aspek dalam membuat kebijakan. Dia memaklumi jika keputusan yang diambil pemerintah tidak bisa diterima oleh semua pihak.

    Meskipun begitu, dia meyakini kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pambatasan sosial sudah tepat. Dia pun meminta dukungan seluruh pihak.

    "Kalau kita semua satu komando, kita bisa menghadapi covid-19 ini jauh lebih baik dibandingkan nengara-negara lain," ujar dia.

    Presiden Joko Widodo mengeluarkan aturan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penerapan PSBB suatu daerah harus melalui izin Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id