TNI AD Buka Rekrutmen 17.264 Calon Prajurit

    Cindy - 09 Februari 2020 09:05 WIB
    TNI AD Buka Rekrutmen 17.264 Calon Prajurit
    Suasana penerimaan calon prajurit TNI AD di 29th Indonesia International Education Training Expo & Scholarship 2020, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Foto: Istimewa
    Jakarta: TNI Angkatan Darat (AD) membuka penerimaan 17.264 calon prajurit untuk Tamtama, Bintara, hingga Perwira TNI. Seluruh pemuda-pemudi Indonesia di perbatasan, pedalaman, dan pulau terluar dipersilahkan untuk ikut tes menjadi anggota TNI.

    "Tahun sebelumnya 2019 hanya merekrut 15.547 prajurit. Tahun 2020 ini, TNI AD akan merekrut 17.264 pemuda-pemudi terbaik dari seluruh penjuru Tanah Air,” kata Wakil Asisten Personel (Waaspers) Kasad Brigjen Agus Setiawan lewat keterangan tertulis, Jakarta, Minggu, 9 Februari 2020.

    Kuota yang dibutuhkan untuk masing-masing posisi yakni, Calon Taruna Akademi Militer (Catar Akmil) sebanyak 400 orang, Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier (Pa PK) reguler 130 orang, dan Pa PK tenaga kesehatan 110 orang.

    Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) 3.500 orang, calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) 13.100 orang, dan mahasiswa beasiswa sebanyak 24 orang. Agus mengatakan sistem penerimaan prajurit TNI AD akan relatif lebih mudah dari tahun sebelumnya.

    "Dengan perbaikan dalam standar penilaian setiap materi seleksi. Contohnya, pada uji jasmani, renang tidak lagi menjadi bahan penilaian yang menentukan peringkat, namun hanya sebagai data bahan pertimbangan,” ujar Agus.

    TNI AD Buka Rekrutmen 17.264 Calon Prajurit
    Suasana penerimaan calon prajurit TNI AD di 29th Indonesia International Education Training Expo & Scholarship 2020, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Foto: Istimewa

    Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa ingin memberikan kesempatan kepada calon prajurit untuk lulus. Namun, perubahan sistem itu bukan berarti akan menurunkan kualitas kemampuan calon prajurit. Proses seleksi juga dilakukan dengan sangat ketat.

    "Dalam rangka mendapatkan SDM yang unggul dan profesional, TNI AD akan tetap melaksanakan rekrutmen secara obyektif dan transparan," ucap Agus.

    Agus menjelaskan alokasi penerimaan prajurit dibagi sampai tingkat Kodim "Diprioritaskan putra daerah setempat, dan apabila (calon) merupakan pendatang, diwajibkan minimal telah berdomisili selama 3 tahun,” jelas Agus.

    Agus mengingatkan seleksi penerimaan prajurit tidak dipungut biaya. Dia meminta masyarakat melapor bila ada oknum nakal yang menjanjikan kelulusan.

    TNI AD juga membuka penerimaan prajurit secara langsung di 29th Indonesia International Education Training Expo & Scholarship 2020, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Pameran berlangsung selama tiga hari dan rata-rata 200-250 orang mendaftar sebagai calon prajurit.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id