Kasus Positif Harian Makin Tinggi, Satgas Janji Perbaiki Cara Penanganan Covid-19

    Patrick Pinaria - 24 Juni 2021 22:14 WIB
    Kasus Positif Harian Makin Tinggi, Satgas Janji Perbaiki Cara Penanganan Covid-19
    Ilustrasi medcom.id



    Jakarta: Kasus positif virus korona (covid-19) per hari di Indonesia semakin meningkat. Bahkan, rekor penambahan kasus positif harian di Indonesia sempat mencapai rekor tertinggi pada 21 Juni. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 14.536 kasus positif tercatat pada saat itu.

    Malangnya, dalam lima minggu terakhir, kasus baru selalu lebih tinggi ketimbang dengan angka kesembuhan per hari. Pada pekan ini, selisih antara kasus positif dengan angka kesembuhan, mencapai 17.391.

     



    Situasi genting itu pun lantas mendapat perhatian besar dari Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Ia mengaku perlu adanya perbaikan dalam penanganan covid-19.

    “Angka kesembuhan yang lebih rendah dibandingkan kasus positif perlu menjadi target utama perbaikan penanganan COVID-19,” jelas Wiku.

    Sesuai data per 20 Juni 2021, tercatat ada enam provinsi yang memiliki selisih besar antara kasus positif dengan angka kesembuhan. Keenam provinsi ini berada di Pulau Jawa. Di antaranya adalah DKI Jakarta (selisih 13.032 kasus), Jawa Tengah (selisih 7.171 kasus), Jawa Barat (selisih 6.670 kasus), Jawa Timur (selisih 2.239 kasus), DI Yogyakarta (selisih 2.131 kasus), dan Banten (selisih 878 kasus).

    Adapun kasus aktif tertinggi juga terdapat di enam provinsi. Namun, bedanya, keenam provinsi tersebut tidak semua berasal dari pulau Jawa. Keenam provinsi itu terdiri dari Jawa Barat (29.784 kasus aktif), DKI Jakarta (11.411 kasus aktif), Jawa Tengah (10.050 kasus aktif), Papua (8.799 kasus aktif), Riau (6.291 kasus aktif), dan Kepulauan Riau (3.431 kasus aktif). Hal ini pula yang menjadi perhatian besar bagi Satgas.

    Dalam upaya menurunkan kasus di seluruh provinsi tersebut, Satgas mendesak adanya evaluasi kebijakan yang diterapkan terkait kegiatan masyarakat. Mulai dari aturan terkait kapasitas kantor, pusat perbelanjaan, restoran dan tempat makan, tempat wisata, serta fasilitas umum lainnya yang berpotensi menjadi titik penularan covid-19.

    Selain itu, strategi dalam penanganan pasien covid-19 di fasilitas rujukan juga menjadi perhatian satgas. Mengacu pada rekomendasi dari lima organisasi profesi kedokteran (Perdatin, PDPI, PAPDI, IDAI, dan PERKI), Satgas menjelaskan strategi yang tepat untuk penanganan pasien covid-19 di fasilitas rujukan itu adalah menerapkan 'early over treatment'.

    Artinya, pasien rumah sakit yang sudah mengalami perbaikan gejala dapat segera dirujuk untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Hal itu dilakukan agar kapasitas rumah sakit menjadi lebih besar dan mampu menampung pasien dengan gejala sedang-berat lainnya.

    "Selain itu, dapat juga dilakukan konversi tempat tidur rumah sakit, atau menyediakan fasilitas isolasi terpusat di masing-masing wilayah agar beban dapat terbagi dan rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien. Apabila seluruh provinsi-provinsi ini mampu menurunkan penambahan kasus positif dan meningkatkan kesembuhan, maka dapat mendongkrak angka kesembuhan di tingkat nasional pula," pungkas Wiku.

    (GER)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id