BPIP Sosialisasikan Pancasila Lewat Pagelaran Wayang Virtual “Lahire Bima"

    M Studio - 07 Juni 2021 20:11 WIB
    BPIP Sosialisasikan Pancasila Lewat Pagelaran Wayang Virtual “Lahire Bima
    Masih dalam suasana peringatan Hari Lahir Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia mengadakan pagelaran wayang virtual (Foto:Dok.BPIP)



    Jakarta: Masih dalam suasana peringatan Hari Lahir Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia mengadakan pagelaran wayang virtual.
     
    Pagelaran wayang bertema “Lahire Bima” yang diisi oleh Ki Warseno Slenk dan Ki Amar Pradopo itu diselenggarakan pada Minggu, 6 Juni 2021 di Kota Solo. Acara disiarkan langsung melalui instagram BPIP dan Channel YouTube Ki Warseno Slenk dan Amar Pradopo.
     
    Turut hadir pada pagelaran wayang tersebut yaitu Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayor Jend. Purn. Wisnu Bawa Tenaya, S.IP; Bupati Sukoharjo Hj. Ettik Suryani, SE., MM; Plt. Sekretaris Utama BPIP Dr Drs H. Karjono, S.H., M.Hum; Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Ir Prakoso, M.M; Deputi Bidang Hukum Pengawasan dan Advokasi BPIP K.A Tajuddin; Rektor Universitas Sebelas Maret Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum; dan Rektor UIN Raden Mas Said Prof. Dr. Mudhofir, S.Ag., M.Pd.
     
    Kepala BPIP RI Prof Drs K.H Yudian Wahyudi, Ph.D mengapresiasi pagelaran wayang tersebut karena bisa menjadi wadah sosialisasi penyampaian pesan nilai-nilai Pancasila.
     
    "BPIP akan terus mengajak masyarakat untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata Yudian Wahyudi.
     
    Persatuan dan kesatuan Indonesia yang terus terjaga patut disyukuri. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Pancasila sebagai nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.
     
    “Syukur ada tiga tingkat, yakni ucapan, mempertahankan yang sudah diberikan, dan meningkatkan. Acara ini juga merupakan peringatan 120 tahun kelahiran Bung Karno sebagai penggali Pancaslia,” kata Yudian Wahyudi.
     
    Yudian menyebutkan salah satu kehebatan Pancasila ialah mampu mempersatukan dan membebaskan lebih dari 40 negara. Sebanyak 40 negara yang dimaksud yaitu kerajaan-kerajaan di Indonesia sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia.
     
    "Berkat Pancasila, kita dipersatukan dan dibebaskan. Karena kita bersatu dan gotong royong, maka diberi keberkahan oleh Tuhan,” katanya.

    BPIP Sosialisasikan Pancasila Lewat Pagelaran Wayang Virtual “Lahire Bima

     



    BPIP juga sedang merancang bahan ajar mengenai pendidikan pancasila. Bersama dengan sekolah dan perguruan tinggi, BPIP berharap Pancasila menjadi nilai yang tetap dipertahankan oleh generasi bangsa, memberlakukan kembali Pancasila sebagai pelajaran di sekolah baik pendidikan formal, informal, maupun non formal.
     
    “BPIP bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi menyiapkan buku ajar. Buku ajar ini secara teoritis ada 30 persen, 70 persen lebih kepada praktik, interaksi keteladanan. Selain itu, BPIP juga melakukan penambahan sosialisasi pada konten-konten animasi, video kampanye melalui media sosial, dan lain-lain,” ucap Yudian.
     
    Diharapkan Pancasila tidak hanya sekadar teks tertulis, namun lebih dari itu dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
     
    Turut hadir pada pagelaran wayang tersebut Bupati Sukoharjo Hj Ettik Suryani, SE., MM. Dia menyampaikan Pancasila sebagai ideologi negara telah mengakomodasi kearifan lokal yang hidup di Nusantara.
     
    "Seperti gotong royong, adat istiadat, silaturahmi, dan lain-lain. NKRI tetap berlangsung dan harmonis karena kekuatan nilai-nilai pancasila. Maka Pancasila harus tetap digalakkan, terutama di kalangan generasi muda. Bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila,” ujar Bupati Sukoharjo Hj Ettik Suryani, SE., MM.
     
    Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, S.I.P. juga menyampaikan harapan agar pagelaran wayang bisa membangkitkan dan meningkatkan semangat generasi muda untuk terus memegang teguh nilai-nilai Pancasila.
     
    Anak muda sebagai generasi penerus bangsa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beretika dengan budi pekerti luhur dan saling menghormati.
     
    "Generasi muda harus mampu menyuarakan nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, S.I.P.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id