Vaksin Nusantara Berpolemik, TNI Bantu Sepanjang Taat Aturan

    Fachri Audhia Hafiez - 20 April 2021 10:15 WIB
    Vaksin Nusantara Berpolemik, TNI Bantu Sepanjang Taat Aturan
    Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/Annisa



    Jakarta: Vaksin Nusantara yang tengah berpolemik dipastikan bukan program buatan TNI. Namun, TNI menjamin bakal mendukung program penanganan pandemi covid-19 di Indonesia sepanjang sesuai aturan otoritas terkait.

    "TNI akan selalu mendukung, dengan catatan, telah memenuhi kriteria dan persyaratan," ujar Riad dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 April 2021.

     



    TNI terjun dalam membantu sejumlah inovasi dalam negeri untuk penanggulangan covid-19, seperti vaksin dan obat-obatan. Riad memastikan TNI hanya membantu jika vaksin dan obat itu mendapat lampu hijau dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Terutama terkait kriteria keamanan, efikasi, dan kelayakan.

    Selain itu, lembaga yang melakukan pengembangan juga perlu mengurus perizinan kerja sama antara TNI dengan berbagai pihak untuk penggunaan. Penggunaan fasilitas kesehatan dan tenaga ahli kesehatan atau peneliti juga tak boleh dikesampingkan.

    "Mekanisme kerja sama akan diatur sebagai dasar hukum atau legal standing dan tanpa mengganggu tugas-tugas kedinasan atau tugas pokok satuan," ucap Riad dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 April 2021.

    Baca: NasDem Sesalkan Kisruh Pengembangan Vaksin Nusantara

    Riad mengatakan bahwa TNI telah berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan covid-19. Misalnya, pengerahan personel TNI, alutsista, dan rumah sakit TNI sebagai vaksinator dan pendeteksi dini penyebaran covid-19.

    Sebelumnya, riset Vaksin Nusantara sempat berjalan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Pengujian vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto ini menggunakan sampel darah sasaran penerima vaksin.

    Sejumlah anggota DPR dan tokoh politik terlibat dalam pengujian Vaksin Nusantara dan memberikan sampel darahnya. Di sisi lain, BPOM menyatakan Vaksin Nusantara belum memenuhi kaidah klinik dalam pengembangannya.

    Polemik Vaksin Nusantara lalu menjalar ke tengah publik. Sebanyak 105 tokoh menandatangani pernyataan terbuka yang mendukung BPOM dalam mengawasi riset Vaksin Nusantara.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id