Tingkatkan Kualitas ASN, Kemenpan RB Gandeng Universitas Asing

    Gervin Nathaniel Purba - 21 Agustus 2019 14:58 WIB
    Tingkatkan Kualitas ASN, Kemenpan RB Gandeng Universitas Asing
    Kemenpan RB menandatangani nota kesepahaman dengan LPDP, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Victoria University of Wellington, dan University of Melbourne, di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2019 (Foto:Medcom.id/G
    Jakarta: Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah saat ini. Untuk mendukungnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Peningkatan kualitas ASN itu diwujudkan melalui peluncuran dan penandatanganan nota kesepahaman program gelar ganda (double degree) untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam mendukung reformasi birokrasi.

    Peluncuran dan penandatanganan dilakukan antara Kemenpan RB dengan LPDP, Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanuddin (Unhas), Victoria University of Wellington (Selandia Baru), dan University of Melbourne (Australia), di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2019. 

    Melalui kerja sama ini, para ASN terpilih akan mengikuti kuliah selama dua tahun. Dengan rincian setahun di dalam negeri dan setahun di luar negeri. 

    Ketika kuliah di dalam negeri, para ASN akan mempelajari penggalian lokal konten dan desain riset untuk menyelesaikan permasalahan pada masing-masing instansi. Jika kuliah di luar negeri, para ASN akan mempelajari perkembangan administrasi negara dan reformasi birokrasi dunia.

    "Juga pada bidang ekonomi. Pembangunan SDM tanpa ada ada keahlian pada bidang ekonomi agak timpang, karena tantangan sekarang adalah ekonomi," ujar Menpan RB Syafruddin.

    Kemenpan RB menggandeng UI dan Unhas dalam program kerja sama ini untuk menjembatani isu kualitas SDM di wilayah barat dan timur Indonesia. UI dinilai sebagai universitas terbaik di Indonesia bagian barat, sementara Unhas universitas terbaik di wilayah timur.

    Lalu, dipilihnya Victoria University of Wellington dan University of Melbourne dalam kerja sama ini karena keduanya memiliki program studi manajemen sektor publik terbaik di dunia. 

    Kedua universitas tersebut juga membantu pemerintah dalam mengurus reformasi birokrasi di negara masing-masing. 

    "Kerja sama dengan LPDP untuk pembiayaan porgram kerja sama ini," ujar Syafruddin.

    Syafruddin menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan program yang berkelanjutan. Sebab, bicara pembangunan SDM tidak berhenti pada titik tertentu, namun terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Dia berharap program ini bisa diikuti oleh seluruh ASN. "Harus sebanyak-banyaknya yang ikut. Sekitar 60:30, atau 60 dulu," ujarnya.

    Dengan mengikuti kerja sama ini, diharapkan para ASN bisa menjadi agen reformasi birokasi yang paham isu dan menguasai permasalahan internal, serta mewujudkan budaya birokrasi yang baik. 

    Rencana ke depan, Kemenpan RB membuka peluang kerja sama dengan beberapa negara lain. Misalnya, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa.

    "Dunia sedang berlomba dalam pembangunan SDM. SDM merupakan aset penting. SDM merupakan kekayaan hakiki yang dimiliki bangsa mana pun. SDM yang mumpuni bisa membuat bangsa maju, meskipun sumber daya alamnya kecil. Contoh, Singapura," kata Menpan RB.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id