Pilu Korban Kebakaran Jatinegara

    Kautsar Widya Prabowo - 26 September 2019 07:29 WIB
    Pilu Korban Kebakaran Jatinegara
    Rumah warga pascakebakaran yang terjadi di Rawa Bunga, Jatinegara. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
    Jakarta: Korban kebakaran di Rawa Bunga, Jatinegara, mengaku tidak sempat menyelamatkan harta benda saat si jago merah berkobar. Saat kejadian pada pukul 12.30 WIB, sebagian besar masyarakat tengah terlelap tidur. 

    Salah satunya disampaikan Idris, 60. Pada saat kejadian, ia tengah tertidur dan terbangun ketika ada warga yang memekikan kebakaran. Spontan ia langsung menyelamatkan keluarga, sembari meninggalkan rumah. 

    "Ada yang teriak kebakaran-kebakaran, saya bangunin anak saya, pas buka jendela muka udah panas, api udah dekat," ujar Idris kepada Medcom.id di lokasi kebakaran, Rabu, 25 September 2019. 

    Saat itu, tidak sama sekali terbesit dibenaknya untuk menyelamatkan harta benda. Keselamatan anggota keluarga menjadi prioritasnya. 

    "Udah enggak bisa nyelamatin apa-apa, percikan api udah kedengaran di atas genteng saya. Langsung aja saya sama istri, dan anak saya turun (keluar rumah)," jelasnya.

    Saat ini rumah yang ia tinggali lebih dari 10 tahun hanya tersisa tembok tanpa atap. Ia berusaha menutupi rumahnya dengan terpal untuk dapat didiami sementara. 

    Ia mengaku pasrah untuk keberlanjutan rumahnya. Berharap ada uluran bantuan dari pemerintah guna kembali membangun rumah. 

    "Gimana jalanya, kalau ada bantuan ya alhamdulilah, kalau enggak ya udah liat nanti aja. Soalnya ini rumah ada suratnya," tuturnya.

    Setali tiga uang, Cici, 56, mengaku terbangun tengah malam saat mendengar samar-samar bunyi kobaran api yang diikuti keriuhan warga. Tidak berpikir panjang, ia saat itu membangunkan cucunya secara paksa. 

    "Udah itu api langsung cepat nyambar. Bangun-bangun di belakang rumah saya udah ada api gede, gak bawa baju sama sekali saya," jelasnya.

    Lain lagi dengan Riyadi, 62, kebakaran yang terjadi pada Minggu 22 September, pukul 12.30 WIB menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Ia selalu mengucapkan syukur kepada sang pencipta atas kesempatan hidup ditengah ancaman maut. 

    Saat kejadian berlangsung, ia tidur dengan pulas. Suara istrinya yang berusaha membangunkan tidak dapat membangunkannya.

    "Telat bangun saya, istri langsung ninggalin saya, dibangunin sama warga, saya denger di atas udah bunyi kayu kebakar," tuturnya. 

    Saat itu juga ia langsung berusaha keluar rumah yang terletak di tinggkat dua. Dalam kurun waktu 10 detik saat ia meninggalkan rumah, si jago merah merobohkan rumah hingga rata dengan tanah. 

    "Saya turun dari tangga, lari lompatin api-api udah gak kerasa, lihat kebelakang rumah udah roboh. Tuhan memang adil, milik kita," pungkasnya.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id