Hutan NTT Paling Luas Terbakar

    Indriyani Astuti - 24 September 2019 20:57 WIB
    Hutan NTT Paling Luas Terbakar
    Ilustrasi kebakaran hutan di Jambi. MI/Solmi.
    Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut luas areal yang terbakar di delapan provinsi pada 2019. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi paling banyak mengalami kebakaran dengan luasan lahan 108.368 hektare.

    Posisi kedua ditempati Provinsi Sumatra Selatan. Sebanyak 7.109 hektare lahan tanah mineral dan 4.717 hektare lahan gambut terbakar di Sumatra Selatan.

    "Meskipun NTT luas lahan terbakarnya yang terbesar, namun terbakarnya di lahan mineral bukan di lahan gambut," kata Kepala BNPB Doni Monardo di Jakarta, Selasa, 24 September 2019.

    Doni menjelaskan kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan. Sementara, kebakaran di lahan minerl lebih gampang dipadangkan. Ia menyebut Provinsi Sumatra Selatan memiliki lahan gambut terbesar kedua setelah Riau di Pulau Sumatra.

    Sebanyak 12.922 personel satuan tugas gabungan diterjunkan memadamkan karhutla di wilayah itu. Personel satgas juga berpartroli memastikan tak ada yang sengaja membakar lahan.

    "Babinsa beroperasi dan menggunakan open kamera saat melakukan patroli sehingga posisinya akurat," ucapnya.

    Kapolda Sumatra Selatan Irjen Firli Bahuri menyebut sebanyak 26 tersangka perorangan telah ditahan terkait kasus kebakaran hutan. Polda Sumatra Selatan juga menetapkan satu korporasi sebagai tersangka.

    Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan Sumatera Selatan tetap bersinergi memadamkan api, satgas akan bertugas sampai akhir Oktober 2019.

    "Pascakarhutla kami akan mengadakan evaluasi pasca penanganan kebakaran hutan dan lahan sampai tingkat RT/RW," katanya.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id