Kemendag Diminta Turun Tangan Atasi Merosotnya Harga Lada

    Arga sumantri - 12 Desember 2019 23:20 WIB
    Kemendag Diminta Turun Tangan Atasi Merosotnya Harga Lada
    Menteri Perdagangan Agus Suparmananto. Foto: Mi
    Jakarta: Anggota Komisi VI DPR Bambang Patijaya meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) turun tangan terkait penurunan harga jual lada. Penurunan harga disebut tak masuk akal dan merugikan petani.

    "Ketika barang-barang komoditas itu turun, mereka harus koordinasi apa yang menjadi permasalah, harus dicari solusinya," kata Bambang di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.

    Menurut Bambang, harga lada Indonesia pernah berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Namun, saat ini hanya berkisar Rp47 ribu per kilogram.

    "Jadi, pedasnya lada tak sepedas harga jual," ucap politikus Partai Golkar itu. 

    Bambang menilai Kemendag tidak berbuat banyak terkait penurunan harga lada. Pemerintah disebut hanya mencatat penurunan harga, tanpa memberikan solusi.

    "Jadi ini dong, jangan hanya jadi tukang catat," ungkapnya.

    Bambang menduga turunya harga lada Indonesia karena masuknya lada dari Vietnam. Masuknya lada Vietnam disebut merusak harga lada di Indonesia menjadi lebih murah.

    "Jadi ada indikasi ada harga lada Vietnam yang murah. Sehingga yang mengacurkan harga lada kita," tuturnya.‎

    Kemendag diminta segera mencari solusi dan memikirkan nasib para petani lada. Utamanya, kata dia, petani di Bangka Belitung yang paling terkena imbas merosotnya harga lada.‎

    "Jadi kita ingin ada campur tangan pemerintah secepatnya," pungkasnya. 



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id