Aneh Jika Indonesia Alami Kekeringan Usai La Nina

    Anggi Tondi Martaon - 21 Oktober 2020 21:12 WIB
    Aneh Jika Indonesia Alami Kekeringan Usai La Nina
    Ilustrasi/Antara/Andreas Fitri Atmoko.
    Jakarta: Wilayah Indonesia memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Hal tersebut harusnya bisa dimanfaatkan sehingga kekeringan tak terjadi saat musim kemarau.

    "Akan menjadi sangat lucu karena Indonesia yang sangat besar curah hujannya namun kok ada kekeringan," kata Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M Saparis Sudaryanto dalam diskusi virtual Denpasar 12 yang dilakukan secara virtual, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Apalagi, kata Saparis, curah hujan Indonesia meningkat tahun ini karena dipengaruhi fenomena iklim La Nina. Peningkatan curah hujan mencapai 20-40 persen. 

    Dia pun meminta masyarakat memanfaatkan potensi curah hujan tinggi. Caranya, dengan memanen air hujan.

    Baca: BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat dengan Petir Sepekan ke Depan

    "Sebagai persediaan untuk menghadapi musim kemarau nanti," ungkap dia.

    Setidaknya ada beberapa upaya untuk memanen air hujan tersebut. Salah satunya membuat sumur resapan. Diharapkan, upaya ini meminimalisasi potensi banjir saat musim hujan dan kekeringan saat kemarau.

    "Bagaimana di samping mengatasi bencana (banjir), kita memanen air untuk mengantisipasi bencana kemarau atau kekeringan berikutnya," ujar dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id