Populer Nasional

    Banyak ‘Orang Besar’ di KLB Demokrat Hingga Pencabutan Lampiran Perpres Investasi Miras

    Githa Farahdina - 03 Maret 2021 07:26 WIB
    Banyak ‘Orang Besar’ di KLB Demokrat Hingga Pencabutan Lampiran Perpres Investasi Miras
    Ketum Demokrat AHY/Medcom.id/Anggi Tondi M



    Jakarta: Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat bakal melibatkan banyak ‘orang besar’. Kubu pendiri Partai Demokrat bakal mengundang banyak tokoh dalam acara yang bertujuan mencari pengganti Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.
     
    Sayangnya, inisiator KLB Demokrat Hengky Luntungan merahasiakan siapa yang bakal diundang. Ia hanya mengatakan akan mengundang orang-orang di luar partai.
     
    “Siapa pun itu, mau pejabat, mau pengusaha, silakan. Kalau mereka ok (ikut) KLB, silakan bertarung,” ujar Hengky kepada Medcom.id, Selasa, 2 Maret 2021.

    Baca: Pendiri Demokrat Sebar Undangan KLB ke Sejumlah Tokoh, Pejabat, Hingga Pengusaha






    Nama-nama besar memang kerap disebut-sebut dalam polemik Demokrat. Salah satu nama yang muncul ialah Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Mantan Panglima TNI itu bahkan terseret isu kudeta partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
     
    Tak berhenti di lingkaran satu Istana, nama beberapa kepala daerah juga muncul. Di antaranya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
     
    Berita soal polemik Demokrat menjadi isu terpanas yang dicari pembaca Kanal Nasional Medcom.id. Di sisi lain, pencabutan lampiran Perpres Investasi Miras juga menjadi informasi yang banyak dicari publik.
     
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan mencabut perpres itu. Jokowi mendengar aspirasi banyak pihak, termasuk masyarakat.
     
    “Saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Maret 2021.

    Baca: Jokowi Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras
     
    Kepala Negara mendapat masukan dari ulama, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan berbagai ormas. Presiden ketujuh Indonesia itu juga mendengar suara tokoh agama dan suara-suara dari daerah.
     
    Berita-berita polemik Demokrat maupun kebijakan Jokowi bakal selalu diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan informasi terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.

    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id