Indonesia Harus Bersama-sama Lawan Ideologi Khilafah

    Theofilus Ifan Sucipto - 10 Mei 2019 07:39 WIB
    Indonesia Harus Bersama-sama Lawan Ideologi Khilafah
    Ilustrasi. Foto: Antara/Irfan Anshori
    Jakarta: Sejumlah penangkapan anggota teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi dan Lampung disebut sebagai peringatan bagi bangsa Indonesia. Seluruh lapisan negara harus bersama-sama melawan masuknya paham khilafah.

    "Ini jadi wake up call buat pemerintah. Kalau tidak segera dilakukan tindakan, Pemilu 2024 akan ada benturan ideologi lebih besar dibanding Pemilu 2019," kata Pengamat Intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 9 Mei 2019.

    Menurut Ridlwan, terorisme merupakan sarana jangka panjang untuk menyebar paham khilafah. Sedangkan tujuan jangka pendeknya adalah membuat kekacauan dan mereka melakukan penetrasi paham tersebut.

    Pemerintah, kata Ridlwan, harus segera sadar bahwa ada ancaman besar bagi masa depan nasionalisme dan kebangsaan Indonesia. Pemerintah bisa mengambil langkah untuk membuat strategi di masing-masing kementerian dan institusi.

    "Misalnya di Kementerian Pertahanan akan melakukan apa, kepolisian melakukan apa, sehingga dirinci berdasarkan peran masing-masing," ujarnya.

    (Baca: Paham Khilafah Dikampanyekan HTI)

    Satu contoh, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberi edukasi media sosial dengan membentuk satugan tugas (satgas) ramah sosial di tiap provinsi. "Misalnya bagaimana menanggulangi hoaks, dan mengumpulkan warganet dalam satu acara. Intinya acara yang membuat masyarakat bersatu," kata dia.

    Kemudian untuk institusi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah agar segera bangkit dan memberikan pengaruh terhadap kalangan anak muda. NU dan Muhammadiyah bisa memproduksi banyak buku sebagai pertahanan dari paham kelompok teroris.

    Ridlwan juga meminta masyarakat untuk lebih terbuka dengan hubungan antar masyarakat. Mengingat, di era digitalisasi ini masyarakat cenderung enggan mengenal manusia satu sama lain. Padahal mengenal tetangga secara langsung bisa menjadi langkah preventif untuk melacak tindak-tanduk terorisme.

    "Ada faktor egoisme dan kesibukan sehingga interaksi hanya terjadi di media sosial," pungkasnya.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id