• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Wapres: Polisi dan TNI Harus Operasi Besar

Dheri Agriesta - 06 Desember 2018 21:54 wib
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MI/Adam Dwi

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla geram dengan aksi penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, yang menewaskan puluhan pekerja PT Istaka Karya. Kalla meminta TNI dan Polri menggelar operasi besar-besaran menindak pelaku.

Serangan serupa ini kerap terjadi menjelang perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka. Pemerintah pun kerap melawan dengan pola yang lebih lembut demi menghormati hak asasi manusia.

Namun, serangan membabi buta yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata tak bisa ditoleransi. Kalla menyebut, kelompok ini jelas telah melanggar hak asasi manusia dengan membunuh puluhan pekerja.

"Oleh karena itu maka untuk kasus ini ya polisi dan TNI harus operasi besar-besaran," jelas Kalla di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Kamis, 6 Desember 2018.

Kalla menegaskan selama ini TNI dan Polri kerap dinilai melanggar HAM jika melakukan operasi di Papua. Tapi, kini operasi dilakukan dengan alasan yang jelas.

"Ini jelas masalahnya mereka yang menembak, mereka yang melanggar HAM," jelas mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Baca: Polri Jamin Keamanan Lanjutan Pembangunan Trans Papua

Penembakan terjadi pada Sabtu 1 Desember dan Minggu 2 Desember 2018. Kelompok bersenjata menyerang pekerja PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak. Jembatan itu merupakan bagian dari program pembangunan Trans Papua.

Empat pekerja kabur dan menyelamatkan diri ke Pos TNI di Mbua. Tak berapa lama kemudian, kelompok bersenjata menyerang Pos TNI. Satu prajurit TNI, Sertu Anumerta Handoko, tewas dalam serangan tersebut.




(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.