comscore

Langkah Pemerintah Ketatkan Lagi Protokol Kesehatan Didukung

Antara, MetroTV - 04 Juli 2022 18:51 WIB
Langkah Pemerintah Ketatkan Lagi Protokol Kesehatan Didukung
Tangkapan layar Metro TV
Jakarta: Langkah pemerintah memperketat kembali protokol kesehatan didukung. Kebijakan itu dinilai bisa meningkatkan cakupan vaksin dan mencegah penularan covid-19.

"Strategi itu sangat positif. Apalagi dengan situasi terkini penyebaran covid-19 masih sangat dinamis. Di dunia global pun kondisi naik turun, sehingga harus jadi perhatian bersama," kata Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo, Senin, 4 Juli 2022.
Pemerintah kembali memperketat protokol kesehatan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh dan kunjungan ke ruang publik. Untuk bisa masuk mal misalnya, masyarakat minimal harus sudah melakukan vaksinasi booster.

Aturan ini, kata Rahmad, juga bisa meningkatkan kembali partisipasi publik dalam melakukan vaksinasi booster. Dia berharap kebijakan ini membuat kekebalan kelompok atau herd immunity semakin menguat.

Satgas Covid-19 menyasar vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720. Dari target tersebut, sebanyak 201.565.306 sudah mendapatkan vaksinasi pertama. Sebanyak 169.117.557 orang sudah menerima vaksinasi kedua. Dan baru 50.916.428 yang mendapat vaksinasi dosis ketiga atau booster.

"Langkah Presiden membuat booster jadi syarat (masuk mal) saya kira masuk akal. Masyarakat harus dipaksa untuk kepentingan dan keselamatan bersama. Kalau tidak begitu, saya kira cakupan vaksin booster masih akan rendah," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah akan mempercepat penyuntikan vaksin booster karena kasus harian covid-19 meningkat. Dia memperkirakan puncak kasus aktif akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.
 
Baca: Kasus Covid-19 Meningkat, Menkes Minta Disiplin Prokes Diperkuat

"Vaksin booster tetap harus diakselerasi, mengingat kasus harian dan kasus aktif sudah mulai meningkat. Diperkirakan puncaknya dalam beberapa minggu ke depan. Masyarakat terus kami imbau kembali mendisiplinkan diri dalam menjalankan protokol kesehatan," kata Airlangga.
 

Lakukan lagi sero survei

Hari ini, Kementerian Kesehatan juga berkomitmen melakukan survei antibodi masyarakat terhadap covid-19 (sero survei). Survei ini dilakukan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan mengenai penanganan pandemi covid-19 ke depan.

Sero Survei yang dilakukan kali ini merupakan survei yang ketiga. Sero survei pertama dilakukan pada November-Desember 2021 dan yang kedua pada April 2022.

"Kementerian Kesehatan sekali lagi akan melakukan sero survei di bulan Juni-Juli ini. Diharapkan pada minggu ketiga atau keempat Juli sudah keluar hasilnya," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam tayangan Metro Siang di Metro TV, Senin, 4 Juli 2022. 

Sebelum 17 Agustus, Kemenkes menargetkan bisa mengambil kebijakan yang lebih tepat mengenai bagaimana penanganan pandemi ke depan. "Sebelum Hari Kemerdekaan kita berharap bisa mengambil kebijakan yang lebih tepat berbasis data mengenai bagaimana penangangan pandemi ke depannya," kata Budi. (Nicholas Timothy Suteja)

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id