comscore

Puncak Hujan Meteor Geminid Bakal Terjadi 14-15 Desember 2021, ini Lokasi, Waktu, hingga Cara Melihatnya

Cindy - 13 Desember 2021 20:36 WIB
Puncak Hujan Meteor Geminid Bakal Terjadi 14-15 Desember 2021, ini Lokasi, Waktu, hingga Cara Melihatnya
Ilustrasi hujan meteor. Medcom.id.
Jakarta: Hujan meteor Geminid menjadi satu dari empat fenomena astronomi yang terjadi pada Desember 2021. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut puncak hujan meteor Geminid akan terjadi besok, 14-15 Desember 2021. 

Apa itu Hujan Meteor Geminid?

Berdasarkan namanya, Geminid adalah hujan meteor utama yang titik asal kemunculan meteornya berada di dekat bintang Alfa Germinorum (Castor) konstelasi Gemini. Hujan meteor ini bersumber dari sisa debu asteroid 3.200 Phaethon (1983 TB) yang mengorbit Matahari dengan periode 523,6 hari.

Puncak hujan meteor Geminid dapat dilihat tanpa bantuan alat apapun. Sehingga, fenomena astronomi ini wajib diamati. 
Baca: Bercermin dari Kasus Pemerkosaan Pelajar di Sidoarjo, Ini 5 Bahaya Pornografi pada Psikologi Anak

Waktu dan lokasi menonton Hujan Meteor Geminid

Ilustrasi Hujan Meteor Geminid. pexels Neale Lasalle.
Ilustrasi Hujan Meteor Geminid. pexels Neale Lasalle.

Berdasarkan laman LAPAN, Senin, 13 Desember 2021, hujan meteor Geminid dapat disaksikan sejak pukul 20.30 waktu setempat hingga keesokan harinya saat akhir fajar bahari (25 menit sebelum terbenam Matahari) dari arah Timur Laut hingga Barat Laut.

Intensitas hujan meteor ini untuk Indonesia berkisar 86 meteor/jam (untuk wilayah Sabang) hingga 107 meteor/jam (untuk Pulau Rote). Hal ini dikarenakan titik radian berkulminasi pada ketinggian 46-63 derajat arah utara, sedangkan intensitas hujan meteor saat di zenit sebesar 120 meteor/jam.

Cara melihat hujan meteor Geminid

LAPAN menyebut hujan meteor Geminid dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan optik apapun. Fenomena alam ini dapat terlihat jelas jika dilihat di lokasi tertentu.

"Pastikan cuaca cerah dan bebas dari penghalang maupun polusi cahaya di sekitar medan pandang," dikutip dari laman LAPAN, Senin, 13 Desember 2021.

Hal ini dikarenakan intensitas hujan meteor Geminid ini berbanding lurus dengan 100 persen minus persentase tutupan awan, serta berbanding terbalik dengan skala Bortle. Skala Bortle adalah skala yang menunjukkan tingkat polusi cahaya, semakin besar skalanya maka semakin besar polusi cahaya yang timbul. Sehingga, polusi cahaya di sekitar medan pandang akan membuat kecantikan hujan meteor Geminid tidak terlihat jelas. 

"Intensitas hujan meteor ini juga akan sedikit berkurang karena bulan berada di dekat zenit saat titik radian sedang terbit," dikutip dari laman LAPAN. 

Baca: Serba-serbi Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

(CIN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id