comscore

5 Hektare Lahan di Kalteng Terbakar, Waspada Awal Kemarau

Ferdian Ananda - 10 Mei 2022 07:53 WIB
5 Hektare Lahan di Kalteng Terbakar, Waspada Awal Kemarau
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Kalimantan Tengah: Lahan seluas 5 hektare terbakar di Desa Sungai Cabag Barat, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, pukul 14.00 WIB, Minggu, 8 Mei 2022. Kebakaran lahan jenis tanah mineral dan vegetasi semak itu berhasil dipadamkan tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara bersama TNI, anggota Polsek Pantai Luci, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Cabang Barat.

"Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun saat terjadi kebakaran wilayah Kabupaten Sukamara sudah beberapa hari tidak turun hujan. Beruntung tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan atas peristiwa itu," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Mei 2022.
Baca: Memasuki Musim Kemarau, Petani NTT Diminta Hemat Air

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini terkait awal fase musim kemarau yang mulai melanda sebagian wilayah di Tanah Air pada Mei. Dalam keterangan BMKG, awal musim kemarau slah satunya ditandai fenomena suhu udara terik pada siang hari, yang dipicu posisi semu matahari di wilayah utara garis ekuator.

Fenomen tersebut juga diikuti dengan adanya pertumbuhan awan dan hujan yang sangat berkurang. Sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang cukup mendominasi.

Menanggapi hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

"Beberapa upaya seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan waduk dan penampungan air, pemeliharaan konservasi lahan dan air serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menghemat air agar dilakukan sedini mungkin," kata Abdul.

Di samping itu, seluruh komponen di daerah melakukan upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan cara patroli rutin, mengawasi titik rawan kebakaran.

"Segera melakukan pemadaman api ketika ditemukan titik api hingga benar-benar padam, membuat penampungan air, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak sengaja atau sembarangan membakar," tutur Abdul.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id