Luhut Sebut Vaksin Perkecil Tingkat Kematian Pasien Covid-19

    Kautsar Widya Prabowo - 21 Juli 2021 20:42 WIB
    Luhut Sebut Vaksin Perkecil Tingkat Kematian Pasien Covid-19
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Sabtu, 3 Juli 2021. Foto: Istimewa



    Jakarta: Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tingkat kematian pasien covid-19 yang telah divaksinasi kecil. Hal itu menunjukkan vaksinasi menjadi hal yang penting dalam penanggulangan covid-19. 

    "Dari 5,1 juta sampel, hanya 54 orang tadi yang meninggal dunia. Jadi ini angka hanya 0,21 persen. Itu rata-rata (yang meninggal) komorbid," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Menurut dia, vaksinasi menjadi hal yang akan ditekankan saat pelonggaran pemberlakuaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada Senin, 26 Juli 2021. Pasalnya, vaksinasi akan mempekecil risiko terburuk saat terinfeksi covid-19.

    "Rata-rata penyembuhannya delapan hari, tingkat penyembuhannya lebih cepat, tapi tingkat meninggalnya pun lebih cepat kalau penanganannya tidak cepat. Saya mohon ini supaya menjadi perhatian kita semua," jelas dia.

    Baca: Wali Kota: Angka Kematian Akibat Covid-19 di Semarang di Atas Rata-rata Nasional

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat mengikuti program vaksinasi. Vaksinasi penting untuk mengendalikan pandemi covid-19.

    “Percepatan vaksinasi juga sangat penting dalam rangka menurunkan laju penyebaran virus yang saat ini tengah meningkat,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi dalam telekonferensi, Jumat, 16 Juli 2021.

    Oscar menyebut tubuh akan terlindungi dengan baik setelah menerima dua dosis vaksin covid-19. Masyarakat yang telah divaksin lengkap bakal dapat menekan gejala dan kefatalan bila terpapar virus berbahaya itu.
     

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id