Misi Mulia dari Bandung: Membendung Covid-19!

    Dari Keluarga untuk Indonesia

    MetroTV - 19 Agustus 2020 07:41 WIB
    Dari Keluarga untuk Indonesia
    Keluarga Ferry Ahmad Firdaus ikhlas menjadi relawan uji klinis. Foto: Metro TV
    Bandung: Keinginan keluarga Ferry Ahmad Firdaus, 51, sederhana. Mereka hanya ingin vaksin covid-19 bisa segera tercipta. 

    "Kami sudah rindu adanya vaksin untuk mengatasi pandemi covid-19 ini," kata Ferry memulai percakapan saat diberondong pertanyaan ihwal kedatangan mereka ke klinik, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Bersama istri dan anak perempuannya, mereka ikhlas menjadi relawan. Disuntikkan virus korona nonaktif hingga dipantau terus kondisinya selama berbulan-bulan.

    Berikut hasil wawancara tim peliputan Media Group News (MGN) terhadap keluarga Ferry sebelum dan setelah mengikuti tahap pertama uji klinis vaksin covid-19 di Klinik Kesehatan Unpad, Jumat, 14 Agustus 2020.

    MGN: Apa yang mendorong Anda beserta keluarga menjadi relawan dalam uji klinis ini?

    Ferry: Kami sekeluarga terpanggil. Ini murni  kesadaran sendiri. Kami sudah rindu adanya vaksin untuk mengatasi pandemi covid-19 ini. Kebetulan pemerintah melalui PT Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad mengadakan uji klinis fase ketiga.
     
    Artinya ini adalah fase terakhir untuk melihat apakah vaksin ini bermanfaat atau tidak, efektif atau tidak. Makanya, kami terpanggil melakukan uji coba ini. Kapan lagi kita mendapatkan vaksin yang secara nasional resmi dikeluarkan kalau bukan sejak sekarang.



    MGN: Untuk teknis sebelumnya yang sudah dikerjakan apa saja?

    Ferry: Ini merupakan pertemuan kedua. Pada pertemuan pertama kami dijelaskan skema penelitian. Kalau tidak salah ada empat kali pertemuan. Yang pertama kami di-screening, termasuk di dalamnya pemeriksaan. Alhamdulillah kami sekeluarga dinyatakan negatif dan lolos untuk mengikuti uji klinis secara bertahap. 

    Kami sudah dijelaskan bagaimana efek sampingnya, bagaimana kompensasinya, kemudian apa dampak-dampak terhadap diri kita. Dan semua dijamin dan dikelola oleh pihak-pihak yang menurut saya cukup berwenang.



    MGN: Fasilitas apa saja yang diberikan kepada Anda?

    Ferry: Pada pertemuan pertama dijelaskan, kami atau kita yang menjadi relawan diberikan asuransi. Asuransi sebagai antisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi, kami semua yakin bahwa fase ketiga itu fase lanjutan.

    Karena fase pertama dan kedua sudah lolos terhadap manusia, fase ketiga ini merupakan fase lanjutan. Fase akhir di mana kalau sudah selesai selama enam bulan ke depan akan di-launching dengan catatan hasilnya memuaskan.



    MGN: Apa yang memberanikan Anda untuk mau menjadi relawan uji klinis ini?

    Ferry: Dari awal kami sudah rindu dengan vaksin covid. Begitu mendengar informasi bahwa pemerintah sedang mengembangkan vaksin yang resmi, apalagi yang meng-approved-nya Bio Farma dan Unpad, maka kami tak ragu. Lalu saya mengajak anak dan istri untuk bersama-sama menjadi relawan. 

    Apalagi kita menghadapi ulang tahun ke-75 kemerdekaan RI. Sumbangsih yang bisa kita lakukan mungkin dalam bentuk ini (menjadi relawan). Ini sumbangsih sekeluarga yang bisa kami berikan kepada negara. Mudah-mudahan niat baik kita mempunyai sebuah vaksin terwujud.



    MGN: Keluarga tidak tahu nih, dapat vaksin atau plasebo (obat kosong), bikin deg-degan atau bagaimana?

    Ferry: Oh tidak, karena dari awal kita sudah dijelaskan bahwa yang nanti dibuka siapa saja yang mendapat plasebo atau vaksin. Bahwa si A atau si B mendapatkan plasebo, tetap diberikan vaksin juga. Jadi, itu hal yang cukup menggembirakan.


    MGN: Bisa dijelaskan proses menjalani uji klinis ini?

    Ferry: Pertama kita daftar, kemudian diperiksa tensi darah. Kemudian disuruh istirahat dulu. Setelah itu baru diambil darah, kemudian setelah diambil darah kita disuruh menunggu lagi. 

    Rileks dulu, baru pemeriksaan fisik lagi. Ditensi ulang lagi. Baru setelah itu disuntik. Setelah disuntik ditensi lagi, diberi penjalasan lagi kapan harus datang kembali.

    Karena kan bertahap. Kalau tidak salah ada enam tahap. Ini baru tahap kedua, tapi suntikan ini suntikan pertama. Suntikan kedua dilaksanakan dua minggu kemudian. Itu merupakan suntikan terakhir.

    Kalau tidak salah pada 31 Agustus kami harus datang lagi, Setelah itu diamati selama sekitar 5-6 bulan. Jadi, kemungkinan akan selesai Februari. Jika efektif, vaksin secara resmi akan diproduksi.


    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id