Pengadaan Alat Rapid Test Korona Diminta Dikawal

    Anggi Tondi Martaon - 20 Maret 2020 11:09 WIB
    Pengadaan Alat <i>Rapid Test</i> Korona Diminta Dikawal
    Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Istimewa
    Jakarta: Semua lembaga dan instasi diminta mengawal pengadaan dan pendistribusian alat rapid test atau tes massal virus korona (covid-19). Program arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka menangani wabah covid-19 itu jangan sampai disalahgunakan.

    “Pengadaan alat rapid test ini merupakan pekerjaan besar yang harus dilakukan secara gotong royong," kata Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

    Sahroni memastikan Komisi III DPR akan ikut mengawasi kebijakan ini. Mitra kerja seperti polisi dan imigrasi diminta maksimal mengawal proyek ini.

    Politikus Partai NasDem itu juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi realisasi program tersebut. Pengadaan alat rapid test tidak boleh melanggar hukum. "Karena program ini telah menyerap dana negara yang cukup besar," ungkap dia.

    Baca: Indonesia Beli Alat Rapid Test dari Tiga Negara

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Daerah (Pemda) juga diminta meningkatkan koordinasi. Ini agar kebijakan tes massal korona dapat dijalankan merata 

    "Tidak boleh ada ego sektoral dalam menjalankan kebijakan ini," ujar legislator asal Tanjung Priok itu. 

    Pemerintah memilih opsi rapid test korona ketimbang isolasi wilayah (lockdown). Pemerintah membeli alat rapid test korona dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Ini untuk mempercepat tes massal covid-19.

    "Sementara alat rapid test ini belum tersedia di Tanah Air. Sehingga kita harus mendatangkan dari beberapa negara," kata Kepala Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo di Jakarta Timur, Kamis, 19 Maret 2020.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id