comscore

Populer Nasional: Penerapan Prokes di Sikka Hingga Nelayan Tersambar Petir

Nur Azizah - 02 Januari 2022 06:35 WIB
Populer Nasional: Penerapan Prokes di Sikka Hingga Nelayan Tersambar Petir
ilustrasi/medcom.id
Sikka: Warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kembali diingatkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat melakukan aktivitas di rumah maupun di luar rumah. Saat ini pandemi covid-19 di Indonesia belum berakhir.
 
"Hal ini penting dilakukan sebagai kunci melawan apapun varian dari virus covid-19 termasuk dengan varian Omicron," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, di Kabupaten Sikka, Sabtu, 1 Desember 2021.

Petrus menjelaskan meski kasus covid-19 varian Omicron belum terdeteksi di Kabupaten Sikka, namun masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
 
"Kita tidak perlu panik tetapi kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Ada beberapa upaya yang dapat sama-sama kita lakukan di antaranya adalah memastikan protokol kesehatan selalu diterapkan meskipun kita sudah divaksinasi," jelasnya.
 
Dia menyampaikan saat ini Pemkab Sikka terus meningkatkan vaksinasi covid-19 meski Sikka capaiannya sudah 80,1 persen. Hal ini dilakukan lantaran semua warga Sikka harus 100 persen mendapat vaksinasi.
 
"Kita tak akan henti-henti edukasi warga tentang protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Dan juga kita terus gencar melakukan vaksinasi bagi warga kita untuk melawan varian dari virus covid-19 termasuk varian omicron," ujarnya.
Baca: Kasus Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 136

Berita terkait protokol kesehatan di Sikka menjadi artikel paling banyak dibaca di kanal Nasional Medcom.id. Berita lain yang tak kalah menarik pembaca terkait kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2021.

Menutup tahun 2021 Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mencatat sebanyak 1.735 kasus kekerasan yang melibatkan anak. Kebanyakan kasus merupakan kekerasan seksual dan korbannya sebagian besar adalah anak perempuan. 
 
Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto mengatakan ketika terjadi berbagai informasi mengenai kejahatan fisik, psikis, seksual, dan perlakuan salah lainnya terhadap anak, bahkan sampai viral di berbagai platform media, justru ini menjadi salah satu bukti bahwa tren perlindungan anak menjadi semakin positif. 
 
"Meskipun juga harus disadari dan dibatasi tentang privasi anak di berbagai media tersebut," kata Kak Seto dikutip dari mediaindonesia.com, Sabtu, 1 Januari 2022.

Berdasarkan catatan dari LPAI kasus kekerasan seksual terjadi sebanyak 557 kasus, masalah hak asuh 520 kasus, kekerasan fisik/psikis 240 kasus, korban napza 40 kasus, dan lainnya. 
 
Kemudian dari 1.735 kasus yang terlaporkan sebanyak 1.173 kasus korbannya merupakan anak perempuan dan 562 kasus merupakan anak laki-laki. Sebanyak 1.237 kasus dalam proses dan 298 sudah ditangani. 
 
Penanganan terhadap anak yang terdata berupa bantuan rujukan dan pendampingan hukum, rehabilitasi fisik, psikologis, sosial, bantuan pemenuhan hak-hak anak seperti akta, pendidikan, kesehatan, gizi, dan lainnya. 

Baca: Kasus Pemerkosaan Santriwati di OKU Selatan, Menag Cabut Izin Operasional Pesantren
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id