comscore

Populer Nasional: Mahasiswa Ditangkap Densus 88 Hingga Rincian RS Rujukan Kasus Hepatitis Akut

Lukman Diah Sari - 25 Mei 2022 07:10 WIB
Populer Nasional: Mahasiswa Ditangkap Densus 88 Hingga Rincian RS Rujukan Kasus Hepatitis Akut
Ilustrasi terorisme. (Medcom.id)
Jakarta: Sejumlah pemberitaan di Kanal Nasional Medcom.id menjadi yang terpopuler pada Selasa, 23 Mei 2022. Pertama yakni seorang mahasiswa di Malang, Jawa Timur, ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. 

Mahasiswa itu seorang laki-laki dengan inisial IA. IA diringkus terkait kasus terorisme sekitar pukul 12.00 WIB, Senin, 23 Mei 2022.
"Alat bukti yang dimiliki Densus tentu sudah cukup, karena menentukan sebagai tersangka kita harus mendasari minimal dua alat bukti," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Mei 2022.

Ramadhan mengatakan penangkapan dilakukan setelah penyidik Densus 88 Polri mengantongi minimal dua alat bukti. Namun, Ramadhan tidak membeberkan bukti-bukti yang disita.

Selengkapnya baca di sini: Mahasiswa di Malang Ditangkap Densus 88, Ini Identitasnya

Pemberitaan selanjutnya ialah perihal harga bahhan bakar minyak (BBM). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan negara sangat kesulitan menahan harga BBM di level yang rendah saat ini.

Saat negara-negara lain menerapkan nilai keekonomian, Indonesia masih menjaga harga jual tetap rendah dengan menggelontorkan subsidi yang luar biasa besar.
 
Jokowi menyebut harga bensin di Thailand sudah menyentuh Rp20 ribu per liter. Bahkan, di Jerman sudah Rp31 ribu per liter dan di Singapura mencapai Rp32 ribu per liter.
 
"Sementara, kita pertalite masih Rp7.650 per liter. Pertamax Rp12.500 per liter. Negara-negara lain sudah jauh sekali. Kenapa harga kita masih seperti ini? Ya karena kita tahan terus tetapi di sisi lain subsisi membesar. Sampai kapan kita bisa menahan ini. Berat, menahan harga itu berat," ujar Jokowi di Jakarta, Selasa, 24 Mei 2022.

Selengkapnya baca di sini: Presiden: Menahan Harga Bensin Itu Berat

Terakhir yang menjadi populer ialah soal penanganan penyakit hepatitis akut. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan sejumlah rumah sakit (RS) sebagai rujukan menangani pasien hepatitis akut. Kebijakan itu untuk merespons bertambahnya jumlah pasien akibat penyakit yang belum diketahui penyebabnya.
 
“Ada 19 rumah sakit yang telah ditunjuk atau ditetapkan Kemenkes sebagai rujukan,” kata juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 24 Mei 2022.

Rincian RS rujukan hepatitis akut bisa ditemukan di sini: Catat! Ini 19 RS Rujukan Kasus Hepatitis Akut

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id