comscore

Garis Polisi Masih Melintang di Kontrakan Pelaku Mutilasi

Riyan Ferdianto - 07 Oktober 2016 14:28 WIB
Garis Polisi Masih Melintang di Kontrakan Pelaku Mutilasi
Tempat kejadian perkara mutilasi---Metrotvnews.com/Riyan Ferdianto
medcom.id, Jakarta: Tak ada yang berbeda dari rumah-rumah kontakan di Gang Jaya, Menceng, Kalideres, Jakarta Barat. Hanya garis polisi yang melintang di pintu dan jendela rumah bernomor 24 itu yang bisa membedakan rumah kontrakan tersebut.

Akses masuk ke dalam kontrakan amat terbatas. Selain wartawan, hanya warga yang tinggal di dalam kontrakan yang diizinkan melewati pintu gerbang. Saat Metrotvnews.com menyambangi, Jumat (7/10/2016), di depan rumah ada motor dan sepeda yang terpakir.
Baca: Polda Metro Jaya Belum Simpulkan Iin Depresi

Tak ada yang mengetahui kondisi di dalam rumah kontrakan berukuran 3x6 meter itu. "Kuncinya ada di Polres," Kata Ahmad, tetangga Mutmainah alias Iin, 28, di Cengkareng, Jakarta Barat.

Garis Polisi Masih Melintang di Kontrakan Pelaku Mutilasi
Tempat kejadian perkara mutilasi---Metrotvnews.com/Riyan Ferdianto


Iin merupakan salah satu penghuni kontrakan. Pada 2 Oktober malam, warga Gang Jaya, Menceng, Kalideres, Jakarta Barat, geger oleh kabar peristiwa pembunuhan.

Iin yang pendiman itu membunuh dan memutilasi anak kandungnya yang berusia satu tahun, Arjuna. Iin juga memotong telinga anak pertamanya, Kalisa, yang kini berusia dua tahun.

Iin memotong beberapa bagian tubuh Arjuna di rumah kontrakan di Jalan Jaya 24, No 24, RT04/10, Cengkareng. Kejadian itu terungkap pada Minggu 2 Oktober malam oleh tetangga pelaku.

Garis Polisi Masih Melintang di Kontrakan Pelaku Mutilasi
Tempat kejadian perkara mutilasi---Metrotvnews.com/Riyan Ferdianto

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan Iin masih sulit diajak fokus. Sampai saat ini dia merasa tak pernah terjadi apa-apa, apalagi membunuh dan memutilasi Arjuna.

"Pembicaraannya masih belum fokus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro, Rabu 5 Oktober.



Menurut Awi, jangankan mengaku, mengingat apa yang pernah dilakukannya Iin tidak bisa. Awi menjelaskan, Iin sudah dua tahun mendalami ilmu tertentu. Untuk menyempurnakan ilmu itu, Iin mengaku mendapat bisikan gaib buat membunuh anaknya.

(YDH)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id