Tim DVI Terima 325 Kantong Jenazah dan 274 Kantong Properti

    Theofilus Ifan Sucipto - 22 Januari 2021 10:22 WIB
    Tim DVI Terima 325 Kantong Jenazah dan 274 Kantong Properti
    Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani


    Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menerima 325 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 per pukul 09.00 WIB. Tim DVI juga menerima 274 kantong properti.

    "Kami menerima dari fase 1 di Tanjung Priok 325 kantong body part dan 274 kantong properti," kata Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat, 22 Januari 2021.




    Hery memerinci ada tambahan satu kantong jenazah dan 10 kantong properti. Seluruh tambahan kantong baru diserahkan kemarin malam.

    Tim DVI Polri telah menarik personel dari Tanjung Priok. Pasalnya, operasi pencarian yang dipimpin Badan Nasional Pencarian dan Penanganan (Basarnas) telah dihentikan.

    "(Personel) kami tarik untuk mempertebal operasi DVI di fase dua, tiga, dan empat," kata dia.

    Fase pertama, yakni pendataan dan evakuasi korban ke RS Polri. Fase kedua ialah pemeriksaan postmortem atau mengumpulkan data dari bagian tubuh korban.

    Fase ketiga pemeriksaan postmortem atau mengumpulkan data dari bagian tubuh korban. Sementara fase keempat adalah rekonsiliasi untuk mencocokkan data antemortem dan postmortem.

    Baca: 35 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Diserahkan ke Keluarga

    Sementara itu, tim DVI Polri telah menerima 714 sampel DNA. Terdiri dari 540 sampel postmortem dan 174 sampel antemortem, atau bertambah 29 sampel sejak kemarin.

    "Karena kami tidak bisa membedakan perempuan yang sama dalam kakak-adik atau laki-laki yang sama maka perlu sampel tambahan," kata Hery.

    Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
     
    Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.

    Operasi pencarian dihentikan pada Kamis, 21 Januari 2021. Tim pencari bekerja selama 13 hari sejak Sabtu, 9 Januari 2021. Durasi pencarian terdiri dari tujuh hari sesuai ketentuan, dan perpanjangan dua kali tiga hari.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id