Pengamat: 'Pasukan Setan' TNI Bukan Kejar KKB

    Anggi Tondi Martaon - 08 Mei 2021 22:19 WIB
    Pengamat: 'Pasukan Setan' TNI Bukan Kejar KKB
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Penilaian masyarakat terkait pengerahan 400 personel 'Pasukan Setan' TNI ke Papua untuk mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) dianggap tidak benar. Hal itu hanya sebatas agenda rutin rotasi personel yang bertugas di Papua.

    "Ada penyebutan KKB sebagai teroris atau tidak, (rotasi) ini tetap dilakukan," kata pengamat teroris dari Universitas Indonesia Ridlwan Habib dalam program Newsmaker Medcom.id, Sabtu, 8 Mei 2021.

     



    Menurut dia, bantuan personel TNI ke Papua bagian dari operasi rutin tahunan. Rotasi dilakukan setiap lima bulan sekali.

    Kali ini, yang mendapat giliran, yakni Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda yang dijuluki 'Pasukan Setan.' Mereka menggantikan personel yang sebelumnya bertugas di Papua.

    Baca: KKB Kembali Berulah di Ilaga, Tak Ada Korban Jiwa

    Ada beberapa tugas personel selama di Bumi Cenderawasih. Mereka berperan sebagai bintara pembina desa (babinsa), tenaga pendidik atau guru, hingga menjaga objek vital.

    "Jadi ini harus kita luruskan, bukan pasukan khusus untuk mengejar KKB," ungkap dia.

    Pasukan ini bakal disebar di Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih dan Kodam XVIII/Kasuari. Mereka tak berpusat di satu titik.

    "Ini akan dibagi ke seluruh kabupaten di Papua, mereka akan mendampingi Kodam Kasuari dan Cenderawasih melakukan pendampingan," sebut dia.

    Namun, dia tak menampik jika nantinya pasukan itu bakal berhadapan dengan KKB. Pasalnya, ada wilayah yang menjadi basis kelompok yang sudah dilabeli sebagai teroris tersebut.

    "Tapi bukan khusus pengejaran. Kalau dikhususkan DPR seharusnya teriak karena tidak ada landasan hukum," ujar dia.

    Dia menyayangkan pemberitaan yang keliru atas masalah ini. Hanya bermodalkan personel TNI menyanyikan yel, 'Pasukan Setan' langsung dicap sebagai pasukan khusus menumpas KKB.

    "Itulah kemudian viralitas ini yang tak terbendung dan belum ada media yang berani meluruskan. Makanya melalui Medcom id ini untuk membantu menjelaskan kepada masyarakat," sebut dia.

    Ridlwan berharap informasi ini tersampaikan dengan baik. Tujuan pengerahan pasukan Yonif 315/Garuda semata sebagai rotasi rutin, bukan pengerahan khusus mengejar KKB.

    "Bahwa tidak ada penembakan Kabinda Papua (Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua Mayor Jenderal Putu IGP Dani NK), tidak ada penyerangan objek pun, tidak ada penyebutan KKB sebagai teroris pun, ini tetap berangkat," ujar dia.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id