Jokowi Sidak ke RS Abdul Moeloek Lampung

    Damar Iradat - 15 November 2019 12:16 WIB
    Jokowi Sidak ke RS Abdul Moeloek Lampung
    Presiden Joko Widodo mengunjungi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Foto: Biro pers presiden
    Lampung: Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Jumat, 15 November 2019. Jokowi mengunjungi instalasi rawat jalan dan berbincang dengan sejumlah pasien.  

    "Saya hanya ingin memastikan apakah yang namanya kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) itu betul-betul sudah dipegang rakyat, pasien, yang ada di rumah sakit. Saya cek tadi hampir 90 persen lebih memakai BPJS," kata Jokowi, di lokasi. 

    Jokowi jadi mengetahui proporsi kepesertaan BPJS Kesehatan didominasi peserta program BPJS Kesehatan di luar pembiayaan negara atau daerah. Padahal, jumlah peserta BPJS Kesehatan terbesar berasal dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  

    BPJS mencatat 96.055.779 peserta BPJS Kesehatan dibiayai APBN per 31 Oktober 2019. Jumlah tersebut belum termasuk peserta dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai 37.887.281 peserta. 

    Artinya, lebih dari 133 juta peserta BPJS Kesehatan atau kurang lebih 60 persen dari total kepesertaan BPJS Kesehatan yang mencapai 222.278.708 peserta (per 31 Oktober 2019) ditanggung negara.

    "Ini yang mau saya lihat. Karena yang PBI itu kan banyak. Dari pemerintah itu 96 juta plus dari pemda itu 37 juta (peserta BPJS). Harusnya ini sudah mencakup 133 juta. Harusnya yang gratis 133 juta. Ada di mana? Siapa yang pegang? Saya hanya ingin memastikan itu," tutur dia. 

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan dengan proporsi tersebut mestinya defisit BPJS Kesehatan dapat diatasi dengan mengintensifkan atau memperbaiki sistem penagihan iuran peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung secara mandiri.

    "Kita ini kan sudah bayari yang 96 juta (peserta), dibayar APBN. Tetapi di BPJS terjadi defisit itu karena salah kelola saja. Artinya apa? Yang harusnya bayar pada enggak bayar. Artinya di sisi penagihan yang mestinya diintensifkan," ujar dia. 

    Jokowi turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam kunjungan itu. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id