Adik Curi 3,5 Ton Beras Kakak karena Dendam

    Candra Yuri Nuralam - 29 November 2019 16:49 WIB
    Adik Curi 3,5 Ton Beras Kakak karena Dendam
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Martunis, 26, nekat mencuri 3,5 ton beras dari grosir kakaknya, Iwan, di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, lantaran sakit hati. Dia merasa ditelantarkan.

    Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Murti mengatakan Murtinus beraksi, Rabu, 6 November 2019. Dia dibantu tiga temannya: Arif Almadi, 19; Muhammad Fazil, 24; dan Muhammad Fardhan, 19.

    "Martunis mengajak Fardhan pada tanggal (Selasa) 5 November menyewa satu unit mobil pikap untuk digunakan melakukan pencurian di toko kakaknya," kata Dedi di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 29 November 2019.

    Usai mendapatkan kendaraan, Martunis dan Fardhan menjemput kedua temannya di Lemigas, Cipulir, Jakarta Selatan, sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah bertemu, keempat orang itu langsung menuju ke toko milik Iwan.

    Menurut dia, keempat tersangka tiba saat toko hendak ditutup. Para tersangka langsung mendobrak toko. Mereka mengancam tiga karyawan dengan menggunakan pisau belati agar tidak melawan.

    "Kemudian tersangka mengambil uang di dalam kantung plastik hitam dan memindahkan 40 karung beras seberat 3,5 ton ke mobil pikap," ujar Dedi.

    Setelah beraksi, keempat tersangka pergi ke sebuah gudang di Jakarta Barat untuk menjual beras. Tersangka diberikan Rp12 juta sebagai uang muka penjualan beras.

    "Pemilik gudang juga hanya sebagai saksi karena tidak tahu dan terkena tipuan muslihat tersangka," tutur Dedi.

    Sementara itu, pegawai toko langsung meminta bantuan warga usai Martinus dan kawan-kawan pergi. Mereka langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

    "Pada Jumat 8 November Tim Opsnal Unit Resmob Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat tersangka di sebuah warung beras di Grogol, Jakarta Barat," tutur Dedi.

    Kepada polisi, Martunis menyebut Iwan pelit. Dia merasa tidak diperhatikan sehingga gelap mata.

    Atas perbuatannya, keempat tersangka dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mereka terancam hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id