12 Langkah KLHK di Tengah Wabah Covid-19

    Media Indonesia - 21 Maret 2020 20:43 WIB
    12 Langkah KLHK di Tengah Wabah Covid-19
    Menteri LHK Siti Nurbaya bekerja dari rumah di tengah wabah covid-19. Foto-foto: KLHK
    Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan belasan langkah di tengah wabah virus korona (covid-19). Terobosan dilakukan agar kinerja jajaran di bawah Menteri Siti Nurbaya ini tetap maksimal walaupun pemerintah memberlakukan pembatasan jarak atau social distancing.

    Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah:

    1. Kerja dari rumah (WFH)

    Sebagian besar aparatur sipil negara (ASN) di KLHK mengikuti anjuran kerja dari rumah (WFH). Anjuran ini dikeluarkan Siti Nurbaya pada Jumat, 20 Maret 2020.

    "Pelayanan publik tetap dilakukan dan berjalan normal karena ada piket kantor," kata Siti melalui konferensi pers daring, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Untuk memantau ASN yang melaksanakan WFH, KLHK mewajibkan mereka untuk membuat laporan jurnal harian personel. Laporan diserahkan per minggu kepada Sekretariat Jenderal KLHK melalui sekretaris komponen di eselon 1 masing-masing.

    2. Penyemprotan disinfektan

    KLHK juga melakukan penyemprotan ruangan dengan disinfektan di saat ASN tengah bekerja dari rumah. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan di kantor-kantor KLHK di daerah.

    3. Deteksi dini ASN

    Sekjen KLHK juga membentuk posko informasi daring untuk mengetahui perkembangan staf yang sakit. Terutama yang mengalami gejala seperti bersin, batuk, pilek, demam, dan sesak napas. 

    "Laporan disiapkan secara harian oleh posko dan dilakukan berantai melalui sekretaris komponen eselon 1 melalui  bagian kepegawaian atau bagian umum," papar Siti. 

    Jika diketahui ada personel yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) atau bahkan positif covid-19,  mereka akan dibimbing untuk melakukan isolasi mandiri (self isolation). Keberadaan mereka juga akan dipantau secara ketat mengikuti arahan satuan tugas nasional atau rumah sakit (RS).
    12 Langkah KLHK di Tengah Wabah Covid-19
     

    Mengatur ulang kegiatan

    Sementara itu, berkaitan dengan program yang sedang berjalan, Siti juga menginstruksikan agar tetap dilaksanakan jika memungkinkan. Dengan catatan, tetap mengikuti koridor social distancing yang telah menjadi ketetapan pemerintah pusat.

    4. Menunda agenda Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)

    Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang sedianya digelar pada 15 Maret di Borobudur, 22 Maret di Mandalika, dan 25 Maret di Likupang, terpaksa ditunda. Kegiatan akan dijadwal ulang setelah wabah korona mereda.

    5. Pelatihan daring

    Selanjutnya, terkait pelatihan pendidikan masyarakat  yang digagas Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), akan dilakukan secara daring atau online. BP2SDM KLHK menyiapkan rencana paket dua unit pelatihan sistem jarak jauh sebagai pengganti pelatihan masyarakat dengan sekolah lapang. Sistem ini ditujukan bagi kelompok tani hutan sosial. 

    "Sistem pelatihan masyarakat jarak jauh antarkelompok masyarakat tani dilakukan dengan referensi kelompok tani yang sudah maju membimbing kelompok tani lainnya. Untuk pelatihan disediakan honor bagi masyarakat sesuai standar APBN." 

    "Saya juga minta paket seperti ini dilakukan dalam satu atau dua minggu ke depan, meski masih dilakukan terbatas," ujar Siti. 

    6. Pelaksanaan terbatas perhutanan sosial

    Siti juga menugaskan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) untuk sedapat mungkin memberikan paket-paket bantuan yang mendorong ekonomi masyarakat. Sebagai contoh, program perhutanan sosial tetap direalisasikan dan dilaksanakan terbatas.

    "Yang penting bisa terus men-generate aktivitas masyarakat dan para pendampingnya di lapangan. Aktivitas tidak boleh ada yang terhenti karena korona," kata dia.

    7. Memperbanyak empon-empon 

    KLHK juga meminta jajarannya untuk mengumpulkan hasil dari panen empon-empon, termasuk juga madu dan minyak kayu putih. Siti mengatakan produk-produk yang menguatkan ketahanan tubuh itu perlu segera dilabeli dan dikumpulkan melalui Dirjen PSKL.

    "Agar bisa segera didistribusi kepada paramedis untuk menjaga kebugaran," katanya.

    8. Memberi kelonggaran dunia usaha

    Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) KLHK mengeluarkan surat edaran kepada pemegang izin untuk  tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerjanya. Siti meminta Ditjen PHPL tetap memantau perkembangan dunia usaha kehutanan. 

    "Ditjen PHPL bahkan sudah menyiapkan surat Menteri LHK yang ditujukan kepada Menteri Keuangan untuk segera meminta relaksasi kewajiban PNBP (penerimaan negara bukan pajak) terkait industri kayu lapis yang mengalami penyendatan ekspor," kata Siti. 

    Di samping itu, lanjut Siti, Dirjen PHPL bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) terus memantau dunia usaha kehutanan, dari hulu hingga hilir serta pelaksanaan ekspor dan impor.

    9. Menutup 15 taman nasional

    Terkait dengan langkah-langkah konservasi, juga menghindari penyebaran korona, Siti juga menutup 15 taman nasional (TN) dan taman wisata alam (TWA) dari total 54 TN dan TWA. Penutupan meliputi TN di Labuan  Bajo, Rinjani, Ijen, Kepulauan Seribu, Merapi, Tangkuban perahu, dan lain-lain. 

    "Data dari Ditjen KSDAE (Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem), sudah ada penurunan pengunjung sekitar 10% hingga 20% dibandingkan dengan data tahun lalu," kata Siti.

    Dirjen KSDAE juga sudah mengeluarkan surat edarat untuk semua lembaga konservasi agar menjaga berkembangnya penyakit dari dan kepada hewan, seperti TBC, hepatitis, salmonela, dan lain-lain.

    "Hewan dan petugasnya harus sama-sama dijaga untuk tetap sehat dan segar," kata Siti. 

    10. Menghentikan sementara pembelajaran

    Dalam bidang pendidikan, KLHK juga sudah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA). Sebanyak 1.437 siswa SKMA diputuskan untuk belajar dari rumah dengan sistem daring.

    Bagi siswa yang sudah ujian dan menunggu kelulusan,  dipulangkan ke rumah masing-masing dan diwajibkan menulis tentang apresiasi keilmuan di sekolah dalam penerapannya di lingkungan masyarakat. Dengan studi kasus lingkungan masyarakat tempat tinggal mereka. 

    "Tulisan akan dilombakan. Pemenang akan mendapat hadiah total Rp25 juta," kata Siti.

    11. Mengatur ulang anggaran

    KLHK juga akan mengatur ulang anggaran serta menyiapkan revisi daftar isian pelaksanaan anggara (DIPA). Siti juga mengatakan akan menghentikan kegiatan perjalanan dinas dan paket pertemuan dengan kisaran anggaran Rp200 miliar.

    "Perkembangan ini terus dibahas dengan Kemenkeu dan Bappenas," katanya.

    12. Membantu PMI

    Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun, dan Berbahaya (PSLB3) akan diterjunkan membantu Palang Merah Indonesia (PMI) dalam upaya menghentikan penyebaran covid-19. Yakni, dengan meminjamkan 10 unit motor roda tiga (motor sampah) untuk membantu menyemprotkan disinfektan.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id