comscore

Epidemiolog Dorong Pemerintah Fokus Waspadai Varian Delta Plus

Antara - 03 November 2021 02:05 WIB
Epidemiolog Dorong Pemerintah Fokus Waspadai Varian Delta Plus
Ilustrasi: Medcom.id
Jakarta: Pemerintah didorong mewaspadai masuknya varian virus SARS CoV-2 jenis baru, yaitu Delta Plus AY.4.2. Fokus ini dinilai lebih penting ketimbang membatasi mobilitas lokal masyarakat saat liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Kalau saya bukan mengkhawatirkan mobilitasnya, tapi varian barunya. Varian Delta Plus AY.4.2 menularnya lebih besar dari Varian Delta," kata Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdaline Pane di Jakarta, Selasa, 2 November 2021.
Menurut dia, tes, skrining, dan karantina pada kedatangan orang dari luar negeri perlu diperketat. Varian Delta Plus, kata Masdalina, juga lebih berbahaya dibandingkan Varian Mu yang masuk kategori variant of interest

Baca: Karakteristik Varian Covid-19 AY.4.2 Masih Diteliti

Varian Delta Plus AY.4.2 masuk variant of concern seperti Varian Delta yang menyebabkan lonjakan kasus covid-19 gelombang kedua pada Juli dan Agustus 2021. Strain covid-19 Varian Delta Plus AY.4.2 dilaporkan sudah terdeteksi di Singapura.

Masdalina meyakini kemampuan skrining dan deteksi dini covid-19 para petugas sudah baik mengingat pengalaman sebelumnya. Namun, dia mengkhawatirkan pengurangan masa karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri. Indonesia perlu mewaspadai kedatangan orang dari negara-negara yang sedang dilanda kasus penularan tinggi.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 hari ini menerbitkan Addendum Surat Edaran Nomor 20 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19. Salah satu isinya menyesuaikan masa karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri.

Masa karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri hanya tiga hari bagi yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Masa karantina selama lima hari berlaku bagi yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama minimal 14 hari setelah penyuntikan.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id