Menkes Optimistis Cakupan Vaksinasi Mencapai 70% pada Akhir 2021

    Atalya Puspa - 18 September 2021 17:56 WIB
    Menkes Optimistis Cakupan Vaksinasi Mencapai 70% pada Akhir 2021
    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Medcom.id



    Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimistis cakupan vaksinasi covid-19 di Indonesia mencapai 70 persen pada akhir 2021. Angka ini setara 150-175 juta orang mendapatkan vaksinasi.

    "Kalau kita lihat dengan laju vaksinasi seperti sekarang dan ada akselerasi, diperkirakan akhir Desember 2021 harusnya mencapai 300 juta dosis suntikan atau di atas 150-170 juta orang atau 70 persen dari target populasi sudah divaksin," kata Budi dalam acara Wealth Wisdom yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu, 18 September 2021.

     



    Dia menuturkan kedatangan vaksin dari Agustus-September mampu mencukupi untuk 2,5 juta suntikan per hari. Kondisi tersebut jelas berbeda dibandingkan dengan Januari hingga Juni 2021. Saat itu, vaksin di Indonesia masih minim.

    "Memang problem utama vaksinasi adalah ketersediaan vaksin. Bukan kemampuan menyuntiknya. Kita sejak Januari sampai Juni baru mendapat 90 juta dosis vaksin. Tapi dari Agustus ini kita sudah mendapatkan 60 juta dosis vaksin, September ini juga akan mendapatkan 80 juta. Itu kenapa sebabnya percepatan bisa terjadi," beber dia.

    Budi menyebut 78 juta orang telah mendapatkan suntikan vaksin atau 37,5 persen dari target 208 juta jiwa yang ditetapkan pemerintah. Namun, dia menegaskan vaksinasi bukan satu-satunya jalan meredakan pandemi.

    Dia mengatakan mesti ada upaya-upaya lain secara berbarengan, yakni penerapan protokol kesehatan dan testing yang kuat. "Intinya setiap pandemi ini yang penting kita hambat agar memperlambat laju penularannya agar at any single time orang yang harus dirawat di RS di bawah kapasitas RS yang kita miliki," tutur Budi.

    Baca: Beberapa Puskemas di DKI Buka Layanan Vaksinasi pada Sabtu Minggu

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id