Curah Hujan Tinggi, Waspadai Bencana Hidrometeorologi

    Tri Kurniawan - 21 Februari 2017 11:08 WIB
    Curah Hujan Tinggi, Waspadai Bencana Hidrometeorologi
    sumber: bmkg.go.id
    Meterotvnews.com, Jakarta: Sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam puncak musim hujan sehingga peningkatan intensitas curah hujan masih terjadi. Dengan potensi curah hujan tinggi pada periode Februari ini, maka potensi hujan lebat harian dapat meningkatkan peluang terjadinya bencana hidrometeorologi.

    Hal itu disampaikan Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yunus S. Swarinoto dilansir bmkg.go.id. Yunus mengatakan, frekuensi hujan yang cenderung meningkat ini lebih banyak dipengaruhi faktor lokal.

    Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang  berhubungan dengan iklim, bisa berupa banjir, longsor, gelombang pasang, puting  beliung, dan kekeringan.

    Sedangkan secara umum sejak Januari, tidak terdapat fenomena cuaca global yang signifikan seperti Indian Ocean Dipole (IOD), seruakan dingin, maupun gelombang tropis yang hampir seluruhnya dalam kondisi netral.

    "Sehingga pada periode kali ini sangat perlu memerhatikan perkembangan dinamika cuaca lokal dan regional," ujar Yunus.

    Dari tinjauan kondisi atmosfer beberapa hari ke depan terdeteksi adanya aliran udara basah dari Samudera Hindia yang menyebabkan wilayah Sumatera bagian Selatan, Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek cenderung dalam kondisi yang cukup basah.

    Menurut Yunus, munculnya area perlambatan dan pertemuan angin mengakibatkan kondisi udara menjadi tidak stabil sehingga menyebabkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan petir. Kondisi tersebut didukung dengan kuatnya monsun Asia yang menyebabkan batas wilayah udara basah terkonsentrasi di sekitar pesisir selatan Jawa.

    Analisis BMKG, suhu muka laut (SML) di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat pada 12-19 Februari 2017 berkisar antara 28 - 30 derajat celcius, dengan anomali SML 2 - 4 derajat celcius. Kondisi ini mengindikasikan suplai uap air sebagai pendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat dan Sumatera relatif tinggi.

    Nilai kelembaban relatif di wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua Barat pada lapisan 850 dan 700 mb umumnya bernilai lebih dari 70%, menunjukan bahwa kondisi udara basah yang berpotensi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan cukup signifikan di wilayah tersebut.

    Diperkirakan potensi hujan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, khususnya di wilayah pantai barat Sumatera, Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, Bengkulu, Riau, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi bagian Tengah, Sulawesi bagian Selatan, dan sebagian besar Papua.

    "Terkait hal tersebut, masyarakat diharapkan tetap mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat disertai angin kencang dan berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang maupun genangan," kata Yunus.

    Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bencana hidrometeorologi cenderung meningkat. Pada 2016 ada 2.345 bencana hidrometeorologi. Jumlah itu meningkat sebanyak 35% dari kejadian bencana pada 2015.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut, jumlah kejadian bencana sepanjang 2016 yang terbanyak selama lima tahun terakhir. Pada 2015 tercatat sebanyak 1.732 bencana, pada 2014 sebanyak 1.967, 2013 sebanyak 1.674 dan pada 2012 ada sekitar 1.811.

    Curah Hujan Tinggi, Waspadai Bencana Hidrometeorologi
    Daerah banjir diberi tanda biru. sumber: Petabencana.id








    (TRK)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id