Jokowi Ogah Menanggapi Penangkapan 2 Aktivis

    Damar Iradat - 27 September 2019 14:17 WIB
    Jokowi Ogah Menanggapi Penangkapan 2 Aktivis
    Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
    Jakarta: Presiden Joko Widodo tak mau menanggapi penangkapan dua aktivis, Dandhy Dwi Laksono, dan Ananda Badudu. Jokowi bahkan 'membuang badan' setelah pertanyaan itu meluncur dari pewarta. 

    Awalnya, Jokowi memberikan keterangan pers terkait gugurnya dua mahasiswa Universitas Hulu Oleo, Randi, dan Yusuf Kardawi saat demonstrasi di depan DPRD Sulawesi Tenggara. Jokowi juga memberikan keterangan terkait gempa Ambon. 

    Jokowi bahkan menjawab pertanyaan pewarta soal kekerasan polisi. Namun, Jokowi langsung bungkam dan meminta Menteri Sekretaris Negara Pratikno meladeni pewarta saat ditanya soal penangkapan Dandhy dan Ananda.

    Dandhy ditangkap di kediamannya Jalan Sangata 2 Blok i-2 Nomor 16, Jatiwaringin Asri, Pondokgede, Bekasi, Kamis, 26 September 2019, pukul 23.00 WIB.

    Dandhy sempat diperiksa kepolisian terkait cuitannya di akun Twitter soal kerusuhan di Wamena, Papua. Cuitan itu dibuat pada 23 September 2019.

    Dandhy kemudian dilepaskan pada Jumat pagi, 27 September 2019. Namun, ia ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran UU ITE.

    Ia disangkakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

    Pasal 28 ayat (2) UU ITE berbunyi, setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

    Sementara, Ananda Badudu ditangkap di indekosnya. Penangkapan ini terkait penghimpunan uang yang dilakukan Ananda melalui media sosial. Uang itu disalurkan untuk demostrasi mahasiswa di Gedung DPR/MPR yang menolak RKUHP pada Selasa, 24 September 2019, dan Rabu, 25 September 219.   

    Mantan jurnalis Tempo itu akhirnya dilepaskan oleh kepolisian. Ia hanya dimintai keterangan sebagai saksi atas aksi mahasiswa yang berujung ricuh di DPR. 



    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id