Empat Srikandi Pemerintahan Kolaborasi Kembangkan Ekonomi Digital

    M Rodhi Aulia - 03 November 2019 11:38 WIB
    Empat Srikandi Pemerintahan Kolaborasi Kembangkan Ekonomi Digital
    ilustrasi
    Jakarta: Sejumlah kementerian melakukan kolaborasi dalam mengawal peningkatan ekonomi digital. Uniknya, pengawalan dari beberapa kementerian ini dipimpin empat srikandi.

    Mereka adalah Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Septriana Tangkary dan Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iriana Trimurty Ryacudu.

    Kemudian Asisten Deputi Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) Destry Anna Sari dan Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Endang Suwartini.

    Dalam Ajang konferensi Connect 2019 yang diselenggarakan Traya dan Kita Tama akhir Oktober lalu, empat srikandi ini menyampaikan langkah-langkah yang diperlukan. Masing-masing dari mereka menyiapkan langkah-langkah strategis dari hulu ke hilir.

    Ambil misal, Septriana Tangkary. Pihaknya dari Kominfo menegaskan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia begitu pesat. Tak heran, kata dia, sejumlah negara melirik Indonesia.

    "Oleh sebab itu pemerintah membangun segala lini, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia, yang menopang ekonomi digital," kata Septriana dalam keterangan tertulis, Minggu 3 November 2019.

    Selanjutnya, Iriana Trimurty Ryacudu. Pihaknya dari Kemendag memiliki sejumlah program andalan. Salah satunya adalah membership service, yaitu layanan informasi online yang komprehensif yang memadukan berbagai jenis layanan pengembangan ekspor kepada pelaku usaha/eksportir yang terdaftar sebagai anggota dalam satu website.

    Sementara itu, Destry Anna Sari dari Kemenkop dan UKM siap "menaikkelaskan" UMKM dan memoderenkan koperasi. Destry memiliki program antara lain adalah Pasar Rakyat Tematik dengan lima kebaruan.

    "Yaitu revitalisasi pasar, pengembangan ikon lokal, pengelolaan secara profesional, konsep bisnis yang terintegrasi, dan terintegrasi secara digital," terang Destry.

    Tak mau kalah, Endang Suwartini memaparkan strategi Kemenperin dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, yang di antaranya e-smart Industri Kecil dan Menengah (IKM). Endang menjelaskan program ini telah memberdayakan sebanyak 7.000 lebih IKM di seluruh Indonesia dengan cara mengajak mereka untuk "go digital" dan bergabung dengan marketplace yang telah ada.

    Sebagai gambaran, menurut Google, Temasek, dan Bain & Company, dalam penelitian 2019 tentang pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, yang bertajuk Swipe up and to the right: Southeast Asia’s $100 billion Internet economy’, Indonesia dilaporkan merupakan negara dengan pertumbuhan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2019 ini.

    Diperkirakan nilainya akan mencapai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp566 triliun) dan akan terus naik dalam enam tahun ke depan. Pada 2025 mendatang, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan mencapai 133 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.882 triliun.
     



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id