TUJF Luncurkan Pusat Antiradikalisme dan Intoleransi

    Whisnu Mardiansyah - 28 November 2019 06:54 WIB
    TUJF Luncurkan Pusat Antiradikalisme dan Intoleransi
    Ketua Pengurus TUJF Sweeta Melanie di Singgalang Room, Mercantile Athletic Club, World Trade Centre I, Jakarta Pusat, Rabu, 27 November 2019. Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
    Jakarta: Relawan Jokowi yang tergabung dalam Alumni Universitas Trisakti Jakarta di bawah Yayasan Taruwara Udarana Jaya (TUJF) meluncurkan TUJF Crisis Centre untuk lawan radikalisme dan intoleransi. Pendirian pusat krisis ini membantu mengawal pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin lima tahun ke depan.

    “Program SDM dan program Crisis Centre radikalisme dan intoleransi menjadi fokus kerja TUJF ke depan”, ujar Ketua Pengurus TUJF Sweeta Melanie di Singgalang Room, Mercantile Athletic Club, World Trade Centre I, Jakarta Pusat, Rabu, 27 November 2019.

    Tujuan dibentuknya crisis center ini untuk memerangi pemahaman radikalisme dan intoleransi. Hal ini wujud sumbangsih keterlibatan masyarakat membantu pemerintah.

    Hal ini diperparah dengan sebagian masyarakat yang belum paham jika masalah radikalisme dan intoleransi tak selesai pascapilpres. Benih-benih ancaman masih bermunculan di tengah-tengah masyarakat.

    Langkah pertama, TUJF Crisis Center menyasar lingkungan kampus dan BUMN terlebih dahulu. Dengan terbentuknya TUJF Crisis Centre dapat memicu lebih banyak partisipasi masyarakat dalam memerangi radikalisme dan intoleransi.

    "TUJF Crisis Centre radikalisme dan intoleransi berharap ke depannya dapat menjadi partner aktif pemerintah dalam penanganan masalah radikalisme dan intoleransi di masyarakat," jelas Sweeta.

    Dengan semakin banyaknya pengaduan-pengaduan atas sikap dan aksi radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat. Sebagai contoh, pelarangan ucapan hari raya agama tertentu.

    "Sementara mengapa hingga info itu ada tidak diselidiki atau kita ketahui. Hal ini hanya akan memberikan kegaduhan di masyarakat," ucapnya.

    Launching TUJF Crisis Centre ini juga diisi dengan kegiatan Dialog Kebangsaan dengan menghadirkan Sidharto Danusubroto, Wantimpres RI 2014-2019 yang sekaligus juga sebagai Dewan Kehormatan TUJF, dengan tema ‘Sudah Krisis Radikalismekah Indonesia Saat Ini.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id