IPW: Granat Tertinggal Kecerobohan Luar Biasa

    Cindy - 04 Desember 2019 06:54 WIB
    IPW: Granat Tertinggal Kecerobohan Luar Biasa
    Lokasi ledakan di sisi utara Monas. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Jakarta: Indonesian Police Watch (IPW) menduga granat asap yang meledak di Monumen Nasional (Monas) bekas pengamanan reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212, Senin, 2 Desember 2019. Granat asap salah satu standar alat pengamanan Polri dalam mengendalikan massa.

    "Apakah granat asap itu milik anggota Polri yang tertinggal. Jika hal itu yang terjadi, ada kecerobohan yang luar biasa dari anggota Polri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Medcom.id, Rabu, 4 Desember 2019.

    Neta mendesak Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri mengusut dugaan tersebut. Korps Bhayangkara diminta mencari titik terang dari insiden yang melukai dua prajurit TNI: Sersan Kepala (Serka) Fajar Arisworo dan Prajurit Kepala (Praka) Gunawan Yusuf.

    "Apakah anggota polisi itu ceroboh atau sengaja meninggalkannya agar terjadi kehebohan. Motif inilah yang harus diusut Propam untuk kemudian menghukum pemilik granat asap itu," ucap Neta.

    Menurut dia, granat asap tak sembarang dibekali kepada polisi. Untuk itu, mudah bagi Korps Bhayangkara untuk memeriksa jajarannya.

    "Dalam setiap mengamankan aksi massa, jumlah polisi pembawa granat asap sangat terbatas," ujar Neta.

    Granat asap meletus di Monas, tepatnya di seberang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jalan Medan Merdeka Utara, pukul 07.20 WIB. Peristiwa itu melukai dua prajurit Garnisun Tetap 1/Jakarta: Serka Fajar Arisworo dan Praka Gunawan Yusuf.
     
    Serka Fajar terluka parah karena memegang granat asap. Sementara itu, Praka Gunawan lecet di bagian paha. Keduanya dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id