Penolakan Vaksin Covid-19 Menghambat Herd Immunity

    Nur Azizah - 17 November 2020 10:31 WIB
    Penolakan Vaksin Covid-19 Menghambat <i>Herd Immunity</i>
    Ilustrasi pembuatan vaksin. Shutterstock
    Jakarta: Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Cissy Kartasasmita menyebut penolakan terhadap vaksin covid-19 menghambat terciptanya kekebalan kelompok atau herd immunity. Padahal, vaksinasi massal dinilai paling efisien dan efektif mencegah pandemi penyakit.

    “Apabila kita melakukan imunisasi pada banyak orang, maka akan timbul yang disebut dengan imunitas populasi atau dikenal dengan herd immunity. Ini akan melindungi orang lain,” kata Cissy dalam keterangan pers yang diunggah laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covi-19), Selasa, 17 November 2020.

    Herd immunity bisa dicapai jika cakupan imunisasi minimal mencapai 70 persen jumlah populasi. Jumlah ini dianggap ideal untuk melindungi masyarakat yang tak mendapat atau tak bisa divaksinasi, seperti bayi maupun orang dengan penyakit gangguan imun tubuh.

    Cissy meyakinkan masyarakat pembuatan vaksin aman dan sudah sesuai prosedur yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Proses pembuatan vaksin yang cepat bukan karena diriset terburu-buru, tapi dipengaruhi kemajuan teknologi.

    "Teknologi dan kemampuan sumber daya yang maju, serta ketersediaan biaya, mempercepat proses penemuan vaksin covid-19. Fase-fase yang harus dilalui dapat dilakukan secara paralel,” kata dia.

    Baca: Vaksin Covid-19 Menyebabkan Relawan Meninggal Dunia Tak Terbukti

    Uji klinis tahap tiga tidak akan dilaksanakan bila hasil uji klinis satu dan dua bermasalah. Laporan keamanan uji klinik vaksin covid-19 fase satu dan dua telah dipublikasikan dalam jurnal internasional.

    "Hasil tersebutlah yang menarik minat lebih dari  2.000 relawan untuk berpartisipasi pada uji klinik fase tiga di Bandung. Dari 2.000 relawan tersebut, 1.620 relawan memenuhi syarat untuk berpartisipasi," ujar Cissy.

    Selain itu, Cissy meminta masyarakat tak termakan berita bohong atau mitos seputar vaksin. Masyarakat harus pandai memilah informasi sebelum menyebarluaskan karena dapat memengaruhi penanganan covid-19.

    “Hal yang tidak masuk akal, harus kita tinggalkan. Terutama harus hati-hati untuk membagikannya dengan orang lain," kata Cissy.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id